Berikut tiga tips membantu agar anak mudah berteman. (Foto: Pexels.com)
Berikut tiga tips membantu agar anak mudah berteman. (Foto: Pexels.com)

Tiga Tips agar Anak Mudah Berteman di Sekolah

Rona perkembangan anak
Anda Nurlaila • 01 Mei 2019 06:00
Jika anak mengalami masalah persahabatan di sekolah, hal ini wajar terjadi di masa kanak-kanak. Masalah pertemanan tidak menandakan adanya cacat pada anak, bahkan lebih abnormal jika anak tidak mengalaminya. 
 

 
Jakarta:
Anak-anak yang mulai masuk sekolah mengalami banyak tantangan. Jika biasanya dia bersama orang tua, sekarang harus menghabiskan waktu di luar rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai orang tua, Anda perlu mempersiapkan anak untuk masuk sekolah secara fisik maupun psikologis.  
 
Anak-anak berusia empat dan lima tahun bisa merasa sangat lelah setelah seharian di sekolah. Terutama jika anak masih terbiasa tidur siang di rumah.
 
Anak-anak perlu belajar makan hanya pada waktu-waktu tertentu, istirahat pagi dan makan siang. Berbeda ketika di rumah, mereka bisa melakukannya kapan pun mereka inginkan. 
 
Lalu ada aturan sekolah yang mengajarkan anak belajar dan duduk tenang. Membiasakan perilaku ini tentu tidak mudah bagi anak usia empat sampai enam tahun.
 
Beberapa anak tentu rindu rumah, terutama jika mereka memiliki dan biasa bermain bersama adik atau ayah dan ibu mereka. 
 
Mengutip Justparents, bagian tersulit lainnya saat memulai sekolah adalah berteman. Sebelum memulai sekolah, anak-anak biasanya menghabiskan waktu dalam kelompok kecil, satu lawan satu dengan orang dewasa atau anak-anak lain. 
 
Namun, ketika mereka mulai sekolah, semuanya berubah. Berteman dan bergaul dengan anak-anak lain mudah bagi beberapa anak, namun sangat sulit untuk anak lainnya. 
 
Betapapun ramahnya anak, ada kemungkinan bahwa mereka akan menghadapi masalah persahabatan di sekolah pada titik tertentu. Anak mungkin menerima ejekan, pengucilan atau intimidasi fisik atau yang mengejek anak lain.
 
Hal ini normal, menandakan adanya perkembangan pada otak anak yang belum matang dan kurangnya kesadaran dan aturan sosial.
 
Ketika anak-anak tumbuh, mereka mengembangkan lebih banyak keterampilan sosial, termasuk empati yakni memahami dan mempertimbangkan perasaan orang lain. 
 
Tiga Tips agar Anak Mudah Berteman di Sekolah
(Masalah pertemanan tidak menandakan adanya cacat pada anak, bahkan lebih abnormal jika anak tidak mengalaminya. Foto: Jerry Wang/Unsplash.com)

Berikut tiga tips membantu agar anak mudah berteman

1. Dengarkan sungguh-sungguh kekhawatiran anak

Dibandingkan dengan kehidupan kita yang sibuk dan kompleks, mendengar tentang pertengkaran anak dengan anak lain tentang mainan atau bola mungkin tampak sepele. Namun bagi anak ini sangat penting. 
 
Pada usia ini, mendengar semua keluhan anak tentang segala yang mereka alami adalah cara terbaik untuk mereka berbicara pada Anda saat mereka mengalami hal-hal besar, terutama saat remaja. 
 
Luangkan waktu 10 menit setiap hari untuk mendengarkan anak. Letakkan telepon dan laptop, matikan televisi dan dengarkan masalah anak. Waktu tidur adalah waktu yang tepat untuk melakukan ini. 
 
Bahkan jika Anda tidak dapat membantu mereka untuk menyelesaikan masalah, mendengarkan mereka secara dramatis akan mengurangi kekhawatiran dan tekanan mereka terhadap situasi.

2. Jangan tergoda untuk mengambil alih atau memperbaiki situasi

Memberdayakan anak dan membiarkannya menyelesaikan masalah mereka akan membantu anak dalam jangka panjang. Cobalah dan bertukar pikiran dengan anak dan bantu mereka memahami bagaimana perasaan pihak lain.
 
Ajukan pertanyaan seperti, "Saya ingin tahu bagaimana perasaan temanmu jika dia ingin bermain tetapi Anda mengatakan 'tidak'?" dan "Apakah Anda pikir ada sesuatu yang bisa dilakukan agar teman tak mengambil mainan Anda?". 
 
Idealnya, anak Anda akan 'memiliki' solusi untuk masalah mereka. Ajari anak berpikir secara konstruktif tentang masalah persahabatan dapat membantu mereka menggunakan keterampilan ini sendiri di masa depan ketika situasi lain muncul.

3. Jangan langsung memihak anak

Meski kita percaya anak kita baik, terkadang dialah penyebab masalah. Bantu anak memahami bagaimana tindakan mereka terhadap orang lain. Ajukan pertanyaan seperti, "Apakah adik pikir teman sedih ketika adik mengatakan tidak bisa bermain sepak bola dengannya?" dan "Apakah Anda pikir dia mungkin mencuri mainan karena dia marah karena Anda tidak membiarkannya bermain?"
 
Jika situasi meningkat atau berlanjut selama periode waktu tertentu, sebaiknya bicarakan dengan orang tua anak lain. Tanyakan tentang pandangan anak mereka tentang peristiwa tersebut yang sering kali berbeda dari pandangan anak Anda. 
 
Mengatur agar anak bermain bersama dan komunikasi dengan orang tua lain dapat membuat banyak hal lebih mudah dan lebih cepat untuk diselesaikan.
 
Jika anak mengalami masalah persahabatan di sekolah, hal ini wajar terjadi di masa kanak-kanak. Masalah pertemanan tidak menandakan adanya cacat pada anak, bahkan lebih abnormal jika anak tidak mengalaminya. 
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif