Sebenarnya ada bukti ilmiah bahwa cinta pada pandangan pertama itu dapat terjadi. Tidak percaya? Berikut ini studinya. (Foto: Jenny Marvin/Unsplash.com)
Sebenarnya ada bukti ilmiah bahwa cinta pada pandangan pertama itu dapat terjadi. Tidak percaya? Berikut ini studinya. (Foto: Jenny Marvin/Unsplash.com)

Empat Alasan Ilmiah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Rona romansa psikologi
Torie Natalova • 14 Februari 2019 14:11
Jakarta: Cinta pada pandangan pertama? Masih sedikit orang yang meyakini hal ini dapat terjadi di kehidupan nyata. Bahkan, banyak orang menilai mereka yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama sebagai perasaan putus asa atau berlebihan.
 
Namun, sebenarnya ada bukti ilmiah bahwa cinta pada pandangan pertama itu dapat terjadi. Pure Optical membeberkan ilmu cinta pada pandangan pertama dan alasan mengapa itu bisa saja terjadi dalam kehidupan Anda.
 
1. Cinta seperti obat
Ketika seseorang jatuh cinta, reaksi kimia menyala di otak, hormon dopamin dan serotonin diproduksi. Dopamin menyebabkan kegembiraan dan rasa suka cita ketika berada di sekitar orang yang kita cintai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serotonin segera dilepaskan setelah bertemu seseorang yang dianggap menarik dan pada akhirnya menimbulkan perasaan cinta.
 
Kombinasi dopamin dan serotonin ini sangat berpengaruh sepanjang tahap awal hubungan sehingga orang dapat mengaitkan efeknya dengan cinta. Inilah yang titik di mana istilah cinta pada pandangan pertama itu dapat terjadi.
 
(Baca juga: 7 Peran Kontak Mata dalam Percintaan)
 

(Studi melihat bahwa orang lebih cenderung untuk fokus pada wajah orang yang mereka cintai dan fokus pada bagian lain yang mendukung perasaan cinta pada pandangan pertama. Foto: Ryan Jacobson/Unsplash.com)
 
2. Menciptakan masa lalu
Penelitian mengatakan kepercayaan bahwa cinta pada pandangan pertama mungkin merupakan bagian dari fenomena ilusi positif. Ini adalah saat Anda dan pasangan percaya bahwa Anda jatuh cinta pada pandangan pertama. Akibatnya, perasaan Anda kini diterapkan pada memori pertemuan pertama Anda yang sedang jatuh cinta.
 
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang percaya bahwa mereka jatuh cinta pada pandangan pertama berakhir dalam hubungan yang lama. Ini karena pengalaman cinta pandangan pertama adalah hasil dari memori sebelumnya.
 
3. Menciptakan kesan mendalam
Kesan pertama dibuat dalam tujuh detik pertama saat bertemu seseorang. Di saat ini, orang dapat segera menentukan apakah seseorang menarik atau tidak. Rasa ketertarikan yang kuat dapat dianggap sebagai cinta pada pandangan pertama karena dapat berkembang cepat menjadi nafsu.
 
Ketika kita menentukan apakah kita tertarik pada seseorang dalam hitungan detik, otak kita melepaskan hormon oksitosin di seluruh tahap kontak awal. Oksitosin sering disebut sebagai 'hormon cinta dan inilah yang membuat seseorang merasakah cinta saat bertemu pertama.
 
4. Pengaruh kontak mata
University of Chicago melakukan penelitian untuk menentukan apakah kontak mata berkontribusi pada cinta pandangan pertama.
 
Studi melihat bahwa orang lebih cenderung untuk fokus pada wajah orang yang mereka cintai dan fokus pada bagian lain yang mendukung perasaan cinta pada pandangan pertama.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi