Beberapa anak tidak suka rasanya dan anak yang lain tidak tahu seberapa besar tubuh mereka membutuhkan air mineral. (Ilustrasi/Pexels)
Beberapa anak tidak suka rasanya dan anak yang lain tidak tahu seberapa besar tubuh mereka membutuhkan air mineral. (Ilustrasi/Pexels)

Alasan Anak-anak Sulit Minum Air

Rona air minum anak-anak
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Mei 2020 11:01
Jakarta: Tidak ada satu alasan pasti tentang mengapa anak-anak tidak suka minum air mineral. Akan tetapi, jika dibiarkan terus menerus akan berisiko bagi anak karena memengaruhi daya tahan tubuh bahkan juga kondisi kesehatan mereka.
 
"Ini jelas merupakan masalah yang lebih kompleks daripada yang mungkin Anda pikirkan," ujar Erica L. Kenney, ScD, asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard T. H. Chan, dikutip dari WebMD.
 
Beberapa anak tidak suka rasanya dan anak yang lain tidak tahu seberapa besar tubuh mereka membutuhkan air mineral. Masalahnya menjadi lebih buruk di beberapa tempat oleh ketidakpercayaan air. "Seharusnya mudah untuk minum jika Anda menginginkannya karena air keran harus selalu tersedia dan bersih, tetapi itu tidak selalu terjadi," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah studi yang diterbitkan oleh mitra penelitian Kenney pada tahun 2019 mengamati inisiatif seluruh negara bagian antara tahun 2016 dan 2018 di 24 negara bagian dan District of Columbia. Pada penelitian tersebut, ditemukan bahwa banyak siswa bersekolah di sekolah umum di negara bagian di mana tidak semua PDAM diuji untuk mendapatkan timah.
 
Kenney juga menjadi penulis utama sebuah studi 2017 yang menemukan bahwa perbedaan ras, etnis, dan sosial ekonomi dalam konsumsi air dipengaruhi oleh perbedaan dalam air keran. Kenney menunjuk sebuah penelitian tahun 2014 yang menemukan orang dewasa berkulit hitam dan Hispanik lebih mungkin mengatakan air keran mereka tidak aman untuk diminum, menjadikan mereka minum lebih sedikit.
 
"Saya pikir hal serupa mungkin terjadi pada anak-anak. Anak-anak yang minum lebih banyak air keran memiliki risiko lebih rendah terhidrasi dengan buruk, dan itu masuk akal. Jika Anda tinggal di tempat di mana air keran Anda aman, berlimpah, dan murah, ini adalah rute hidrasi tercepat dan termudah," jelasnya.
 
Sementara itu, Melissa Mays memahami efek ketidakpercayaan air pada kebiasaan minum anak-anak. Ibu tiga anak dan aktivis dari Flint ini mengajukan gugatan Undang-Undang Air Minum yang Aman terhadap pemerintah di negaranya, memaksanya untuk mengganti saluran layanan air yang tercemar oleh timah sebagai akibat dari krisis air kota.
 
"Ada ketidakpercayaan yang serius di sini tentang air. Ini sulit, terutama untuk anak-anak muda karena yang mereka tahu ialah air itu buruk. Anda berusaha untuk tidak mengatakan bahwa air itu buruk, tetapi Anda harus mengajari mereka agar aman," paparnya.
 
Mays mengatakan ketika ketidakpercayaan terhadap kualitas air menjadi masalah, keuangan terkadang menentukan keputusan Anda. Bahkan, dikatakan bahwa banyak orang tua akan memilih 2 liter soda karena lebih mudah didapatkan dan lebih murah daripada air bersih.
"Saya mengerti bahwa bagi banyak keluarga, ini adalah pilihan yang sulit. Ada banyak keputusan sulit," ucapnya.
 
Akses air di sekolah, ??tempat penitipan anak, dan prasekolah adalah tantangan besar lainnya. CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) menekankan perlunya siswa untuk minum air di sekolah. Selain itu, perlunya upaya untuk meningkatkan akses mendapatkan air nersih.
 
Kenney menyatakan, banyak sekolah tidak memenuhi kebijakan negara bagian (di Amerika Serikat) atau federal tentang akses air minum bagi siswa. Kemudian, dalam beberapa kasus, staf sekolah mungkin tidak secara akurat melaporkan kondisi akses air.
 
"Ini sesuatu yang saya pikir orang dewasa lupakan. Ketika Anda menjadi dewasa dan Anda ingin minum air, Anda biasanya bisa mendapatkannya. Sebagai seorang anak, benar-benar tergantung pada apakah sekolah membuatnya mudah untuk mendapatkan air," pungkas Kenney.
 
Salah satu orang tua murid, Jenn Pullen, mengungkapkan bahwa ia anaknya membawa botol berisi air minum ke sekolah. Namun, mereka tidak diizinkan meninggalkan botol minum di meja mereka atau pergi kapan saja. Hal itu membuat para ibu frustrasi.
 
"Ketika anak-anak saya mulai sekolah, mereka tidak tahu cara menggunakan air mancur. Mereka tidak tahu bagaimana cara meminta air dari seorang guru. Botol air isi ulang tidak diperbolehkan karena kemungkinan kontaminasi dengan botol pengganti anak-anak. Anak-anak saya kembali dengan sakit perut dan sembelit," tutur Rosy Estrada.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif