Ada tiga gaya pengasuhan umum, dan bagaimana pola asuh memengaruhi kesehatan orang tua. (Foto: Pexels.com)
Ada tiga gaya pengasuhan umum, dan bagaimana pola asuh memengaruhi kesehatan orang tua. (Foto: Pexels.com)

Gaya Pengasuhan Pengaruhi Kesehatan Orang Tua

Rona keluarga
Anda Nurlaila • 20 Mei 2019 08:00
Profesor sosiologi di Universitas Brigham Young, Kevin Shafer menemukan pola asuh berdampak pada kesehatan orang tua. Seperti misalnya pola pengasuhan otoriter sering memberi ancaman atau hukuman. Kemarahan yang tidak dikendalikan memiliki konsekuensi kesehatan. Emosi amarah yang berlangsung terus menerus akan membuat jantung berdetak lebih kencang, otot mengencang, dan meningkatkan hormon stres. 
 

Jakarta: Pola pengasuhan dan cara membesarkan anak ternyata bukan hanya memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Tetapi juga berefek pada kesejahteraan orang tua.
 
Orang tua yang cenderung otoriter tanpa disadari membuat anak lebih cemas. Di sisi lain, tumbuh dalam keluarga yang menetapkan batas tapi dengan kasih sayang cenderung menumbuhkan anak yang lebih bahagia dan memiliki kontrol emosi lebih baik. 
 
Tapi bagaimana dengan orang tua? Profesor sosiologi di Universitas Brigham Young, Kevin Shafer menemukan pola asuh berdampak pada kesehatan orang tua. Parents menulis ada tiga gaya pengasuhan umum, dan bagaimana pola asuh memengaruhi kesehatan orang tua.

1. Helikopter

Tipe orang tua ini selalu ingin menyelamatkan anak. Psikoterapis dan dosen di Northeastern University di Boston, dan penulis "13 Things Parental Strong Parents Don't Do" Amy Morin mengatakan jika anak lupa mengerjakan PR makan orang tua yang akan menyelesaikannya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang tua ini cenderung berkeliaran di taman dan membersihkan tangan anak setiap setengah jam," katanya. 
 
Orang tua ini memiliki kebutuhan akan kendali dan seringkali bersikap perfeksionis. Shafer mengatakan, ayah dan ibu menekan diri sendiri dan memandang anak sebagai cermin kesuksesan mereka. 
 
"Sayangnya tekanan itu membuat orang tua berisiko depresi dan kelelahan," katanya. 
 
Kecemasan tak terkendali dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan fisik jangka panjang, termasuk masalah pencernaan, insomnia, sistem kekebalan tubuh yang terganggu, bahkan penyakit jantung. 
 
Untuk meredakan kecemasan, tanyakan pada diri nasihat apa yang akan diberikan teman tepercaya kepada Anda dalam situasi tertentu. 
 
Sebagai contoh, anak berusia 11 tahun mencoba mengasuh adiknya yang berusia 8 tahun, namun orang tua helikopter menolaknya. 
 
Nasihat yang mungkin diberikan teman adalah meninggalkan anak 11 tahun di rumah selama setengah jam normal dan aman. Latihan ini membuat Anda mengurangi bersikap reaktif secara emosional dan lebih logis. 
 
Selain itu, biarkan anak melakukan kesalahan. Selain mengajari bahwa mereka dapat pulih dari kesalahan, orang tua akan memiliki perasaan bangga, tenang dan mengurangi stres.
 
Gaya Pengasuhan Pengaruhi Kesehatan Orang Tua
(Profesor sosiologi di Universitas Brigham Young, Kevin Shafer menemukan pola asuh berdampak pada kesehatan orang tua. Seperti misalnya pola pengasuhan otoriter sering memberi ancaman atau hukuman. Kemarahan yang tidak dikendalikan memiliki konsekuensi kesehatan. Foto: Pexels.com)

2. Otoriter

Pola pengasuhan otoriter sering memberi ancaman atau hukuman. Shafer mencatat gaya pengasuhan cenderung diturunkan dari generasi ke generasi. Dan yang paling mungkin terjadi pada pola asuh otoriter.
 
Dalam jangka pendek, memerintahkan anak mengerjakan PR atau membereskan kamar mungkin terasa baik dan meredakan kecemasan. Tapi saat anak menolak dan memberontak kecemasan akan meningkat. 
 
Kemarahan yang tidak dikendalikan memiliki konsekuensi kesehatan. Emosi amarah yang berlangsung terus menerus akan membuat jantung berdetak lebih kencang, otot mengencang, dan meningkatkan hormon stres. 
 
Jika mengetahui pemicu amarah seperti pikiran yang membuat Anda marah, tantang dan cegah pikiran tersebut. Caranya, berhenti melakukan apapun, lalu duduk atau tidur. Bernapas perlahan. 
 
"Otak mengartikan posisi duduk dan berbaring aman dan santai. Posisi ini secara fisik akan mengganggu aliran bahan kimia penyebab kemarahan," kata Profesor klinis psikiatri Georgetown Medical School W. Robert Nay.

3. Disiplin positif

Pola asuh ini paling ideal untuk membesarkan anak-anak. Melalui pengasuhan ini anak dimungkinkan menjelajahi ruang yang sesuai dengan usia.  
 
Di saat yang sama, ada aturan dan konsistensi yang ditetapkan di rumah. Orang tua juga selalu ada untuk anak secara emosional dan bersikap hangat. 
 
"Disiplin positif, adalah orang tua menghargai anak dan mengindentifikasi kepercayaan di balik perilaku daripada perilaku itu sendiri." 
 
Misalnya saat anak menolak memakai jaket meski diminta berkali-kali. Orang tua akan bertanya "Apakah kamu mengalami kesulitan memakai jaket ini? Bagaimana mama bisa membantu?"
 
Mengasuh anak dengan percaya diri dan keseimbangan, kata Morin, dapat membantu Anda mengurangi kecemasan dan membangun kepercayaan diri. 
 
Orang tua yang percaya diri cenderung lebih sehat secara keseluruhan dan hidup lebih lama. "Keyakinan dan optimisme melindungi dari depresi. Karena itu adalah emosi positif dan bermanfaat bagi tubuh dan pikiran."
 
Jika memutuskan mengubah gaya pengasuhan, ingatkan diri bahwa Anda mungkin akan mengalami sesuatu yang lebih buruk, sebelum segalanya menjadi lebih baik. 
 
Sebagai contoh, saat anak lupa membawa bekal ke sekolah, daripada terburu-buru mengantarnya ke sekolah, katakan tidak. Meski terasa sulit pada awalnya, anak akan segera belajar dan orang tua akan melihat hasilnya.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif