Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala seperti berikut, maka sangat mungkin dirinya mengalami keterlambatan perkembangan. (Foto: Brytny.com/Unsplash.com)
Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala seperti berikut, maka sangat mungkin dirinya mengalami keterlambatan perkembangan. (Foto: Brytny.com/Unsplash.com)

Kenali Perkembangan Motorik Anak Anda

Rona perkembangan anak
24 Desember 2018 15:39
Jakarta: Perkembangan setiap anak memang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Para orang tua dihimbau untuk memantau dengan serius, tren perkembangan otak sekaligus kemampuan fisik anak selama fase masa pertumbuhan. 
 
Tetapi dari angka itu hanya sekitar 15-20 persen saja anak yang perkembangannya abnormal, selebihnya masih bisa berkembang normal meski sedikit lebih lambat.
 
Jika perkembangan anak terbukti sedikit tertinggal dari anak yang lain atau lebih lambat daripada umumnya, Anda diharapkan tidak harus terlalu menyisihkan banyak waktu dan tenaga untuk merasakan cemas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini dikarenakan keterlambatan berskala kecil normalnya yang hanya terjadi sesaat atau dalam kurun waktu tertentu dan bisa berubah seiring berjalannya waktu.
 
Akan tetapi, Anda dan suami harus menganggap serius apabila keterlambatan perkembangan terjadi secara terus-menerus atau dinilai berskala besar lantaran kondisi ini dapat menyebabkan masalah untuk diri sang anak di kemudian hari, melansir dari BabyCenter.
 
Lalu, Apa yang menjadi penyebab keterlambatan motorik anak? Keterlambatan perkembangan motorik terjadi ketika anak tidak bisa mencapai satu atau lebih tonggak perkembangannya.
 

(Perkembangan setiap anak memang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Para orang tua dihimbau untuk memantau dengan serius, tren perkembangan otak sekaligus kemampuan fisik anak selama fase masa pertumbuhan. Foto: Li Tzuni/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Tonggak Perkembangan Anak Usia 1-6 Bulan)
 
Perkembangan motorik ini mencakup kemampuan berbicara dan berbahasa, keterampilan motorik halus atau keterampilan kasarnya seperti jalan atau merangkak, keterampilan pribadi dan sosialnya seperti kemampuannya berinteraksi.
 
Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala seperti berikut, maka sangat mungkin dirinya mengalami keterlambatan perkembangan pada kemampuan motorik halus dan kemampuan motorik kasarnya:
 
1. Anggota tubuh anak Anda terlihat kaku
2. Anak Anda berjalan dengan menggunakan jari kakinya
3. Belum bisa duduk sendiri tanpa dibantu hingga berusia 8 bulan
4. Otot-otot anak Anda masih tampak lemah dan longgar
 
Namun, jika penyebab keterlambatannya akibat kondisi penyakit tertentu, maka Anda sebagai orang tua sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter agar bisa di deteksi secara dini hingga dapat dilakukan terapi untuk mengatasinya.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi