Pria yang dekat dengan ibunya tidak buruk, tapi bila terlalu berlebihan juga akan menjadi masalah dalam hubungan pernikahan. (Ilustrasi/Pexels)
Pria yang dekat dengan ibunya tidak buruk, tapi bila terlalu berlebihan juga akan menjadi masalah dalam hubungan pernikahan. (Ilustrasi/Pexels)

Cara Hadapi Suami Tipe "Anak Mama"

Rona tips keluarga
Anda Nurlaila • 15 Februari 2020 14:04
Jakarta: Menikah dengan pria 'anak mama' tidak selalu buruk. Pria yang dekat dengan ibunya tidak buruk, tapi bila terlalu berlebihan juga akan menjadi masalah dalam hubungan pernikahan.
 
Terlebih jika suami sangat bergantung pada ibunya. Segala keputusan bahkan yang menyangkut urusan keluarga inti selalu dibicarakan dengan ibunya daripada dengan pasangan. Hingga yang terlihat suami sulit berfungsi tanpa ibunya. 
 
Seperti dimuat dalam Verywell Mind ada empat cara istri mengatasi suami yang selalu mengekor pada ibunya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Tetapkan Batas yang Jelas
 
Suami mungkin terbiasa dengan ibunya yang selalu melayani semua kebutuhan dan keinginannya. Tetapi itu tidak berarti bahwa Anda perlu melakukannya juga. Penting untuk menetapkan batasan dan biarkan dia tahu bahwa Anda tidak akan berperilaku seperti ibunya. Dia dapat bertindak manja pada ibunya tapi saat bersama pasangan, dia harus bertindak seperti pria yang dapat menjaga dirinya sendiri.
 
Pria seperti mungkin memanipulasi untuk memperoleh keinginannya. Jadi, Anda harus kuat ketika dia menuduh Anda tidak mencintainya dan menginginkan yang terbaik untuknya. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengelola batasan dalam pernikahan penting untuk hubungan yang sukses. Terutama pada pasangan di mana kedua pasangan berpenghasilan. Meski kadang tidak serius, mereka mengatakan hal-hal tersebut hanya untuk mendapatkan yang mereka mau. 
 

2. Menjaga Independensi
 
Jika suami seorang "anak mama" bukan ide baik pindah ke rumah orang tuanya. Kemungkinannya adalah, suami akan selalu memihak ibunya agar tidak membuat mertua Anda kesal. Suami bahkan mungkin mengadu ke ibunya saat kalian berselisih. 
 
Menjaga jarak memberi beberapa keuntungan seperti tidak ada orang ketiga yang tinggal bersama kalian. Jika belum memiliki tempat tinggal, pastikan tawaran tinggal di rumah orang tuanya adalah pilihan terakhir. Jika melakukannya, menabunglah untuk membeli rumah sendiri. 
 
Sadarilah bahwa Anda mempertaruhkan pernikahan Anda yang tidak dapat diperbaiki. Tapi perlu diingat, bahkan hidup terpisah dari mertua juga tidak menjamin hubungan bebas stres dengan mertua Anda. 
 
3. Hindari Konfrontasi
 
Bukan saatnya berhadapan langsung dengan ibu mertua bila ada perselisihan. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang tentang situasinya, ajak suami bicara, dan bicarakan tanpa marah. Saat menyentuh topik itu, katakan dengan hati-hati bahwa Anda sedikit cemburu dan ingin lebih banyak waktu sendirian dengannya.
 
Ingatkan suami bahwa Anda tidak keberatan berkunjung ke rumah ibunya sebulan sekali. Namun pastikan ibu mertua tidak selalu hadir dalam semya kegiatan kalian hanya karena kesepian. Jelaskan pada pasangan Anda tidak mengharap mertua hilang dari kehidupan kalian. Tapi Anda berdua perlu waktu untuk terhubung dan tumbuh sebagai pasangan.
 
4. Buat Pilihan Sendiri
 
Wajar seorang ibu memilihkan pakaian untuk anaknya selama pasangan nyaman. Namun jika suami tidak mampu membuat keputusan tanpa persetujuan ibunya, pertimbangkan untuk mencoba menyelesaikannya.
 
Anda tidak ingin ibunya menjadi pembuat keputusan tentang pilihan Anda sebagai individu atau sebagai pasangan. Ibu mertua tidak boleh menjadi bagian dari keputusan pribadi seperti keuangan, karier, pengasuhan anak, atau liburan kecuali Anda yang meminta masukan darinya. Anda juga sebaiknya tidak memasukkan mertua dalam pertikaian pernikahan Anda.
 
Jika pasangan Anda terlalu dekat dengan ibunya, penting apakah hal ini dapat merusak pernikahan Anda. Jika melihatnya sejak awal atasi dengan segera daripada semakin lama. Bila tidak dapat menyelesaikannya bersama pasangan, Anda berdua mungkin perlu bantuan profesional.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif