Menggunakan kesadaran adalah cara membantu anak memusatkan perhatian pada sesuatu yang positif daripada negatif. (Foto Ilustrasi: Daria Shevtsova/Pexels)
Menggunakan kesadaran adalah cara membantu anak memusatkan perhatian pada sesuatu yang positif daripada negatif. (Foto Ilustrasi: Daria Shevtsova/Pexels)

Metode Mindfulness, Kiat Ramah Menenangkan si Kecil

Rona tumbuh kembang anak
Anda Nurlaila • 28 Mei 2019 13:29
Metode mindfulness adalah metode yang mengajarkan anak-anak untuk memperhatikan diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Dalam metode ini, anak akan merasa tenang saat kecemasan melanda.
 
Jakarta: Seperti orang dewasa, anak dan balita dapat mengalami ledakan emosi di mana saja dan kapan saja. Meski perilaku tersebut semakin terkendali seiring bertambahnya usia, orang tua mulai dapat mengajari anak menenangkan diri sejak usia muda.  
 
Ada teknik menenangkan diri yang ramah anak saat si kecil mengalami emosi. Namanya teknik pernapasan dan sensorik. Teknik ini terbukti mampu meredamkan ketegangan dan membantu anak memeroleh kesabaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mindfulness mengajarkan anak-anak untuk memperhatikan diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka," kata penulis The Mindful Child, Susan Kaiser Greenland, seperti dilansir Parents.
 
Orang tua dapat menuntun buah hati belajar menyalurkan emosi mereka dengan cara konstruktif.

-Balita yang mengalami "fase ayah"

Setiap malam sebelum tidur atau setiap anak merasa kehilangan ayahnya, minta anak mengingat saat ia merasa dicintai ayahnya. Kemudian mintalah dia mengirimkan cinta dan ciuman kepada ayahnya. Mintalah anak merasakan apakah ia bisa menerima balasan cinta dari ayahnya.
 
"Anak kecil biasanya tidak mengerti bahwa mereka dapat memberi dan menerima cinta dari seseorang yang tidak ada di sana bersama mereka," kata pendiri dan direktur Association for Mindfulness in Education, Amy Saltzman.
 
Latihan ini membantu memahami bahwa mereka dapat memelihara koneksi bahkan ketika seseorang tidak bersamanya. Cara ini juga memupuk kemampuan alami anak menerima dan membalas belas kasih.
 
"Dalam budaya ini, kita sering lupa untuk berlatih mencintai diri sendiri dan orang lain. Karenanya sangat membantu membangun keterampilan itu saat masih anak-anak,"  jelas Saltzman.

-Anak berusia 5 tahun yang khawatir akan sekolah

Saat anak kesal atau marah, minta dia menggambarkannya secara visual seperti apa kecemasan itu dan kemudian menggantinya dengan citra ketenangan. Perlihatkan pajangan salju dan goyangkan. Katakan padanya, 'Kepala seperti ini saat kita sedang kesal'.  Kemudian, katakan padanya untuk melihat serpihan salju yang jatuh ke dasar.
 
"Waktu yang diperlukan untuk jatuh biasanya cukup waktu bagi seorang anak untuk tenang," kata Greenland.
 
Setelah tenang, minta anak untuk bercerita apa yang membuatnya khawatir untuk sekolah. Saat tenang, anak dapat diberitahu sekolah tidak begitu menakutkan, dan dia lebih mudah ke sekolah tepat waktu.

-Balita 4 tahun yang berebut mainan dengan anak lain

Bagian pentingnya adalah menumbuhkan kesadaran tubuh yang lebih dalam dan menggunakannya menjaga ketenangan.
 
"Dalam situasi anak merasa gelisah, saya memberitahu mereka untuk merangkul dan memeluk diri sendiri," kata psikolog anak klinis dan penulis Parenting Your Anxious Child With Mindfulness and Acceptance Chris McCurry.
 
Saat marah, anak merasa hancur. Jadi berhubungan dengan tubuh mereka sendiri membuat anak menjadi lebih terkendali dan terpusat.
 
Pelukan bagi anak adalah kenyamanan dan kepastian. Menarik napas panjang dan dalam akan menghancurkan asosiasi negatif, serta memberi mereka sesuatu yang positif untuk fokus. Bonusnya, karena tangan anak sibuk, anak cenderung melepas mainan atau memukul teman.

-Balita 3 tahun yang terus menerus berkelahi sebelum tidur

Saat anak berbaring di tempat tidurnya, letakkan boneka binatang kecil di perutnya. Minta anak menutup mata dan berpura-pura gunakan napasnya untuk mengayunkan mainannya agar tertidur. Katakan pada anak untuk memperhatikan bahwa pernapasannya mulai melambat dan makin dalam.
 
"Memperhatikan pernapasan memiliki efek menenangkan seluruh sistem saraf," kata Greenland.
 
Dengan begini, anak belajar untuk menggunakan napas dalam dan lambat sebagai cara bersantai. Cara ini sekaligus memberitahu anak ada obat anti kecemasan yang kuat yang bisa dia pakai di kemudian hari.

-Anak-anak usia 4 dan 6 tahun bertengkar dalam beberapa jam terakhir

Matikan televisi atau radio dan lakukan permainan ini. Tutup mata anak dan minta mereka menyebut tiga hal yang dapat mereka dengar. Jika telah menyelesaikannya, buka jendela dan minta mereka mencium tiga aroma.
 
"Menggunakan kesadaran adalah cara membantu anak memusatkan perhatian pada sesuatu yang positif daripada negatif, seperti kebosanan," kata McCurry.
 
Cara ini juga membatasi informasi dari luar termasuk menjulurkan lidah ke saudaranya yang sering memicu pertengkaran. Selain meredakan situasi, cara ini mengubah anak yang berkelahi menjadi lebih tenang dan mengapresiasi dunia sekitar dengan indra sensorik mereka.

-Saat memasak, si kecil yang berusia 5 tahun mencari perhatian

Berhenti memasak sejenak dan ajak anak ikut pesta dansa cepat. Atur timer selama tiga menit, nyalakan musik, dan katakan bahwa kalian berdua akan bergoyang seperti orang gila hingga timer berbunyi.
 
"Intinya adalah menerima apa yang terjadi daripada menolaknya," kata Saltzman.
 
Bermain bersama anak meski singkat mengajari anak fleksibilitas. Merangkul kegembiraan anak daripada melawannya sering kali berefek menenangkan. Kemungkinan anak tidak akan bisa mencapai akhir waktu dansa.
 
"Daripada mengendalikan perilaku menjengkelkan, biarkan energi anak keluar dan Anda menyadarinya bahwa anak tidak dapat mempertahankan keliaran mereka terlalu lama," tandas Saltzman.
 
Aktivitas di Luar Rumah Bantu Alihkan Anak dari Gawai

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif