Melakukan perjalanan mudik bersama lansia tidak boleh terburu-buru, kitalah yang harus mengikuti ritme mereka. (Foto: Pexels.com)
Melakukan perjalanan mudik bersama lansia tidak boleh terburu-buru, kitalah yang harus mengikuti ritme mereka. (Foto: Pexels.com)

Tips Mudik dengan Lansia

Rona mudik lebaran keluarga
Raka Lestari • 20 Mei 2019 17:40
Mudik merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh banyak keluarga di Indonesia. Mudik bersama orang tua juga terkadang dilakukan. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp. PD-KGER menjelaskan mudik bersama lansia bisa jadi perjalanan yang menyenangkan, asalkan kita mengetahui kiatnya. Salah satunya rencana tempat istirahat, membawa obat-obatan serta membawa caregiver atau perawat.
 

 
Jakarta: Mudik adalah tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia, terutama menjelang Lebaran. Tidak hanya mengajak keluarga inti, banyak juga yang mengajak keluarga besar mereka ketika melakukan perjalanan mudik. Salah satunya adalah mengajak lansia dalam perjalanan mudik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mudik dengan lansia juga membutuhkan persiapan khusus. Kondisi fisik lansia yang tak lagi sebugar orang-orang berusia muda membuatnya membutuhkan perhatian khusus, apalagi sebelum melakukan perjalanan panjang.
 
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp. PD-KGER menjelaskan, "Mudik bersama lansia bisa jadi perjalanan yang menyenangkan, asalkan kita mengetahui kiatnya," ujarnya.
 
"Yang harus diingat, melakukan perjalanan mudik bersama lansia tidak boleh terburu-buru, kitalah yang harus mengikuti ritme mereka." Anda bisa memertimbangkan untuk membawa serta caregiver atau perawat lansia apabila Anda membutuhkan tenaga tambahan untuk merawat dan mendampingi orang tua atau sanak saudara yang telah berusia lanjut selama di perjalanan.
 
Tips Mudik dengan Lansia
(Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp. PD-KGER menjelaskan mudik bersama lansia bisa jadi perjalanan yang menyenangkan, asalkan kita mengetahui kiatnya. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Rencanakan tempat transit dan istirahat  

"Kondisi fisik yang tak sebugar dulu, membuat lansia rentan terkena penyakit atau mengalami keletihan di perjalanan. Oleh karena itu, susunlah rencana yang mencakup kapan dan di mana tempat untuk transit dan beristirahat, termasuk keberadaan fasilitas tempat makan, toilet, dan penginapan yang ramah lansia, serta informasi lokasi fasilitas kesehatan di rute perjalanan yang dilewati," tutur Dr. Purwita.
 
"Selain itu, duduk lama selama perjalanan dapat meningkatkan risiko timbulnya gumpalan di dalam pembuluh darah balik (trombosis vena dalam/deep vein thrombosis) yang dapat bersifat fatal," jelas Dr. Purwita.
 
Oleh karena itu, jangan lupa mengingatkan orang tua atau mereka yang sudah berusia lanjut untuk menggerakkan kedua sendi dan pergelangan kaki secara berkala.
 
"Jika memungkinkan sesuai dengan kemampuan lansia dan moda transportasi yang dipilih, dampingi pula untuk melakukan peregangan tubuh, berdiri dan berjalan setiap beberapa jam sekali saat perjalanan agar sirkulasi darah tetap lancar dan sendi-sendi tak menjadi kaku," tambah Dr. Purwita.
 
Jangan lupa ajak orang tua Anda berkonsultasi ke dokter sebelum mudik dan persiapkan obat-obatan rutin yang harus mereka konsumsi selama di perjalanan, serta alat bantu dan alat kesehatan penunjang lainnya.
 
"Perhatikan dosis dan frekuensi obat, serta cara penyimpanan obat yang baik dan benar. Boleh juga membawa dosis obat-obatan rutin lebih banyak dibandingkan lamanya perjalanan yang direncanakan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila ternyata mereka ingin tinggal lebih lama di kampung halaman," tutup Dr. Purwita.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif