Asupan makanan pada masa kanak-kanak ternyata berdampak besar bagi kesehatan mental, emosional, dan sosial anak. (Foto: Naomi Shi/Pexels)
Asupan makanan pada masa kanak-kanak ternyata berdampak besar bagi kesehatan mental, emosional, dan sosial anak. (Foto: Naomi Shi/Pexels)

Penelitian: Asupan Nutrisi Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Rona tumbuh kembang anak
Anda Nurlaila • 01 Juli 2019 15:11
Jakarta: Makanan bergizi bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan fisik anak. Seperti tulang yang lebih kuat, dan bahkan risiko lebih rendah mengalami penyakit kronis pada masa dewasa.
 
Tapi bagaimana dengan kesehatan mental anak? Sebuah studi terbaru menyebut, asupan makanan pada masa kanak-kanak ternyata berdampak besar bagi kesehatan mental, emosional, dan sosial anak.
 
Penelitian yang dipublikasikan di BMC Public Health, mempelajari lebih dari 7000 anak-anak Eropa berusia 2-9 tahun. Para peneliti mengukur diet anak-anak apakah sesuai pedoman nutrisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Antara lain, membatasi asupan gula tambahan, makan buah-buahan dan sayuran setiap hari, asupan biji-bijian, serta mengonsumsi ikan 2-3 kali per minggu.
 
Mereka juga melihat empat indikator kesejahteraan: harga diri, hubungan orangtua, masalah emosional, dan masalah teman sebaya. Kemudian peneliti menindaklanjuti analisis dua tahun kemudian.
 
Hasil temuan studi menyimpulkan, pola makan lebih baik pada awal kehidupan. Kemudian dikaitkan dengan kesejahteraan emosional yang lebih baik dua tahun kemudian.
 
Termasuk rasa percaya diri yang lebih tinggi dan lebih sedikit masalah emosional dan serta masalah dengan teman sebaya. Ini berlaku terlepas dari berat badan dan status ekonomi anak. Kebalikannya juga benar, anak-anak dengan rasa percaya diri tinggi lebih mungkin untuk makan makanan yang sehat dua tahun kemudian.
 
Hubungan baik dengan orangtua dikaitkan dengan makan buah-buahan dan sayuran setiap hari, lebih sedikit masalah emosional dikaitkan dengan asupan lemak yang lebih rendah. Makan sayur dan buah-buahan dikaitkan dengan lebih sedikit masalah dengan rekan.
 
Peneliti berspekulasi bahwa makanan tertentu, seperti ikan dan biji-bijian utuh baik untuk kesejahteraan psikologis. Nutrisi seperti asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan atau vitamin dan mineral dalam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh memiliki efek positif secara langsung pada kesehatan mental.
 
Asupan makanan sehat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Pada akhirnya memengaruhi hal-hal seperti kesehatan gigi dan jumlah tidur serta kesehatan emosional. Nutrisi sehat dapat membantu anak-anak menghadapi tekanan dan tantangan dalam hidup.
 
"Anak-anak dengan kesehatan emosi yang baik tidak cenderung makan makanan tidak sehat sebagai pelampiasan saat mengalami tekanan," ujar peneliti seperti dimuat Parents.
 
Meskipun penelitian tidak membuktikan sebab dan akibat langsung antara diet dan kesejahteraan emosional, penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara apa yang anak makan dan bagaimana emosi mereka. Yayasan Kesehatan Mental Inggris menyebut diet sebagai faktor yang "diremehkan" dalam kesehatan mental.
 
Ada beberapa pedoman nutrisi bagi anak usia 4-8 tahun:
Buah: 1-1,5 gelas per hari
 
Sayuran: 1,5 gelas per hari
 
Gandum utuh: Setidaknya setengah dari porsi biji-bijian harus berupa gandum utuh
 
Ikan: Dua porsi per minggu
 
Gula tambahan: Tidak lebih dari 28-32 gram atau sekitar 7-8 sendok teh per hari
 
Cerdas Menjaga Tumbuh Kembang Si Kecil

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif