Pamer di Media Sosial Tingkatkan Risiko Kerampokan di Inggris

Sri Yanti Nainggolan 06 Juli 2018 17:47 WIB
media sosial
Pamer di Media Sosial Tingkatkan Risiko Kerampokan di Inggris
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pamer barang mahal atau sedang berlibur di media sosial dapat meningkatkan risiko kerampokan. (Foto: Elijah O'Donell/Unsplash.com)
Jakarta: Tak sedikit orang yang memamerkan barang-barang mahal mereka di media sosial. Bagi Anda berperilaku serupa, sebaiknya hilangkan kebiasaan tersebut untuk menghindari tindak kejahatan. 

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pamer barang mahal atau sedang berlibur di media sosial dapat meningkatkan risiko kerampokan. 

Satu dari dua belas orang Inggris melaporkan kerampokan setelah menggunggah foto di media sosial, dengan lebih dari setengahya mengaku menandai lokasi. 


Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan interior rumah Hillarys tersebut mempertanyakan lebih dari 2.000 orang Inggris berusia 18 tahun ke atas, yang semuanya memiliki setidaknya satu saluran media sosial aktif dan memiliki atau menyewa properti.

Ketika ditanya apakah mereka berbagi hadiah mahal atau pembelian di media sosial, 51 persen mengaku bahwa mereka melakukannya. Sebanyak 21 persen dari mereka mengatakan itu hanya sebuah unggahan untuk berbagi berita mereka, sisanya 79 persen menyatakan bahwa mereka biasanya berbagi gambar atau video juga.


(1 dari 12 orang Inggris melaporkan kerampokan setelah menggunggah foto di media sosial, dengan lebih dari setengahya mengaku menandai lokasi. Foto: Lucas Favre/Unsplash.com)

(Baca juga: Kecanduan Media Sosial, Bukti Keinginan Interaksi Sosial yang Tinggi)

Selanjutnya, ketika ditanya apakah mereka memiliki penandaan lokasi di unggahan mereka, 52 persen mengaku bahwa mereka melakukannya. Angka tersebut naik tajam menjadi 79 persen ketika mereka sedang berlibur.

Para peneliti bertanya kepada partispan apakah mereka pernah memiliki harta benda yang dirampok atau barang-barang milik mereka dicuri setelah berbagi unggahan yang menyombongkan diri. 1 dari 12 (8 persen) menyatakan bahwa mereka pernah mengalaminya. 

“Media sosial adalah alat yang hebat bagi orang-orang untuk terhubung dan berbagi hal-hal yang mereka minati, namun penting untuk menyadari berbagi informasi sensitif secara berlebihan seperti lokasi Anda untuk alasan keamanan,” kata Tara Hall, juru bicara Hillarys.

Angka-angka tersebut datang setelah alarm dan perusahaan keamanan ADT mengungkapkan bahwa 78 persen pencuri menggunakan Facebook dan Twitter untuk menargetkan properti potensial.

Sementara itu, para ahli sebelumnya telah memperingatkan bahwa apa yang disebut "Insta-menyombongkan diri", yaitu membagikan gambar sedang berlibur di Instagram, bisa membatalkan kebijakan asuransi konten.

Hal ini dikarenakan sebagian besar perusahaan asuransi memasukkan klausul "perawatan yang masuk akal", yang di masa depan akan memperpanjang tanggung jawab dengan apa yang Anda diunggah di media sosial.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id