ilmu pengetahuan memberi orang tua kesempatan untuk semakin mengenali buah hati mereka melalui suara.(Ilustrasi/Pexels).
ilmu pengetahuan memberi orang tua kesempatan untuk semakin mengenali buah hati mereka melalui suara.(Ilustrasi/Pexels).

Tangisan Bayi dapat Menjadi Prediktor Suara Anak

Rona bayi
Anda Nurlaila • 27 November 2019 10:05
Jakarta: Sejak bayi dalam kandungan orang tua sudah mulai mencari tahu bagaimana tonggak pertumbuhan buah hati saat janin, lahir, bayi, balita hingga menjadi anak yang lebih besar. Dilansir dari parents, saat ini ilmu pengetahuan memberi orang tua kesempatan untuk semakin mengenali buah hati mereka melalui suara.
 
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Biology Letters menyimpulkan bahwa nada tangisan bayi berusia empat bulan mungkin merupakan prediktor "signifikan dan substansial" dari nada bicara mereka pada usia lima tahun.
 
Untuk penelitian ini, sebuah tim yang terdiri dari lima peneliti bioakustik merekam suara 15 anak-anak Prancis. Mereka terdiri dari enam perempuan dan sembilan laki-laki berusia 4 hingga 5 tahun. Untuk setiap anak, peneliti mencatat setiap "tangisan ketidaknyamanan ringan" sejak bayi berusia 2 hingga 5 bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peneliti menemukan bahwa tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam nada tangisan bayi atau anak-anak praremaja. Itu hanya berlaku untuk suara manusia dewasa.
 
Temuan lainnya adalah nada suara bayi pada usia 2 sampai 5 bulan dapat meramalkan nada suara anak saat mereka berusia 5 tahun. Para peneliti menunjukkan bahwa itu adalah studi kecil yang dilakukan pada anak-anak Prancis. Sehingga perlu studi lebih lanjut untuk membuat kesimpulan. 
 
Seperti dimuat dalam The New York Times,  asisten profesor antropologi di Boston University Carolyn Hodges dengan penelitiannya mengilustrasikan nada suara mempengaruhi kesan kita tentang dominasi fisik dan sosial, daya tarik dan kepercayaan. "Perbedaan individu dalam nada suara mungkin berasal dari sangat, sangat awal dalam pengembangan mereka," ungkap Hodges mengenai penelitian terbarunya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif