Benarkah Keluarga Kecil Lebih Baik untuk Anak-anak?

Timi Trieska Dara 10 September 2018 15:18 WIB
keluargapsikologi
Benarkah Keluarga Kecil Lebih Baik untuk Anak-anak?
Melissa Willets lewat artikel yang berjudul "Are Smaller Families Better for Kids?" mengatakan keluarga kecil sebenarnya lebih baik untuk anak-anak. (Foto: Chelsea Ferenando/Unsplash.com)
Jakarta: Penelitian baru mengatakan semakin banyak saudara kandung, semakin banyak masalah bagi anak-anak di keluarga besar. 

Sebagai ibu atau ayah yang memiliki tiga orang anak atau lebih mungkin bakal meragukan temuan ini. Namun penelitian baru yang ditulis oleh Melissa Willets lewat artikel yang berjudul "Are Smaller Families Better for Kids?" mengatakan keluarga kecil sebenarnya lebih baik untuk anak-anak. 

Tiga ekonom di belakang temuan itu melihat data 26 tahun dari orang tua dan anak-anak mereka. Penelitian ini mengklaim bahwa setiap saudara kandung yang ada dalam keluarga besar, seorang anak di antaranya akan memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah, lebih banyak masalah perilaku, dan secara umum lebih buruk di kemudian hari. 


Tampaknya, hal itu berdasarkan jumlah waktu yang berkualitas yang dapat dihabiskan orang tua dengan setiap anak dalam keluarga besar. Selain itu, potensi ketegangan ekonomi pada keluarga yang banyak anak. 


(Penelitian baru mengatakan semakin banyak saudara kandung, semakin banyak masalah bagi anak-anak di keluarga besar. Foto: Rhone/Unsplash.com)

Misalnya, ibu dan ayah tidak bisa menghabiskan 3 jam membantu 3 anak mengerjakan pekerjaan rumah mereka masing-masing setiap malam. Belum lagi biaya pendidikan yang tinggi sehingga mungkin Anda akan mencari perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa untuk 3 anak Anda.

Para peneliti mengklaim bahwa "pengorbanan" ini mungkin memiliki dampak jangka panjang pada anak-anak dalam keluarga besar. Bahkan, mereka menemukan apa yang disebut ukuran investasi orang tua pada anak-anak yang lebih tua, misalnya seberapa sering sebuah keluarga makan malam bersama (turun 3 poin persentase setelah kelahiran bayi, skor kognitif jatuh 2,8 poin persentase, dan anak-anak mengalami lebih banyak masalah perilaku). 

Menariknya, anak perempuan cenderung lebih buruk dalam matematika setelah kedatangan saudara kandung, sementara anak laki-laki lebih cenderung menampilkan perilaku yang meningkat tinggi.

(Baca juga: Manfaat Mendengarkan Musik Bersama Anak)

Menurut para peneliti, anak-anak dalam keluarga yang lebih besar juga lebih mungkin menerima pendidikan yang lebih sedikit, mungkin karena biayanya.

Pada dasarnya, jika Anda yakin dengan penelitian ini, anak-anak yang memiliki banyak saudara kandung lebih mungkin memiliki pendidikan yang lebih sedikit, penghasilan lebih rendah, perilaku kriminal lebih banyak, dan mungkin kehamilan remaja.


(Melissa Willets lewat artikel yang berjudul "Are Smaller Families Better for Kids?" mengatakan keluarga kecil sebenarnya lebih baik untuk anak-anak. Foto: Xavier Mouton Photographie/Unsplash.com)

Tak dapat dipungkiri bahwa lebih sulit memberi perhatian penuh kepada setiap anak ketika ada hal lain yang lebih menyenangkan. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa manfaat memiliki keluarga besar jauh lebih besar daripada kerugiannya.

Anak-anak dalam keluarga besar memiliki teman bermain otomatis (dan guru pribadi (kakaknya), dan belajar untuk menguasai berbagai keterampilan sosial karena kebutuhan, seperti berbagi, kasih sayang, empati, tidak mementingkan diri, dan kesabaran.

Perlu dicatat, peneliti menemukan korelasi antara pendidikan ibu dan nilai tes akademik dan kemungkinan anak menderita kemunduran kognitif setelah kelahiran anak-anak berikutnya. 

Ibu-ibu berpendidikan tinggi dan kaya memiliki anak-anak dengan sedikit kesulitan kognitif, yang mungkin menjadi faktor apakah ibu dipaksa untuk kembali bekerja pasca punya anak-anak, atau memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam karier. 





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id