Ada cara mengatasi anak usia empat tahun yang tantrum. Simak informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Ada cara mengatasi anak usia empat tahun yang tantrum. Simak informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Penyebab dan Cara Atasi Tantrum pada Anak Usia 4 Tahun ke Atas

Rona perkembangan anak
Torie Natalova • 15 Maret 2019 08:47
Menurut pakar pengembangan dan pengasuhan anak Rebecca Chicot, kemarahan atau tantrum masih terjadi pada anak-anak prasekolah. Ini karena sebagian besar anak-anak telah mengembangkan keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan perasaan mereka, mampu menunda kepuasan, belajar mengatur rasa marah dan takut.
 

 
Jakarta:
Ketika anak-anak Anda mencapai usia tertentu, mereka mulai bisa mengembangkan keterampilan negosiasi dan mencoba bernalar dengan alam semesta. Orang tua kemudian mulai memperdebatkan segalanya yang pada akhirnya memicu amarah anak-anak. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi ketika anak-anak berusia dua atau tiga tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi, bagaimana jika anak Anda marah tidak henti-hentinya dan terus mengamum atau tantrum di usia keempat, lima dan enam atau lebih?
 
Anak-anak seringkali mengamuk atau marah jika keinginannya tidak diikuti atau dilakukan orang dewasa. Bagi orang tua, ketika anak melewati masa balita dan sering mengamuk, ini bisa jadi memalukan dan mengesalkan.
 
Menurut pakar pengembangan dan pengasuhan anak Rebecca Chicot, kemarahan atau tantrum masih terjadi pada anak-anak prasekolah, anak usia sekolah dan tentu saja pada remaja. Rebecca mengatakan, ada masa tenang yang datang sebelum masa hormonal remaja mulai dari usia delapan tahun. 
 
(Baca juga: Tips Redakan Tantrum Anak saat Terbang
 
Penyebab dan Cara Atasi Tantrum pada Anak Usia 4 Tahun ke Atas
(Menurut pakar pengembangan dan pengasuhan anak Rebecca Chicot, kemarahan atau tantrum masih terjadi pada anak-anak prasekolah. Ini karena sebagian besar anak-anak telah mengembangkan keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan perasaan mereka. Foto: Pexels.com)
 
Ini karena sebagian besar anak-anak telah mengembangkan keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan perasaan mereka, mampu menunda kepuasan, belajar mengatur rasa marah dan takut.
 
Ada dua jenis tantrum menurut psikolog Anna Hamer yakni power tantrum dan emotional tantrum. Power tantrum lebih umum terjadi pada balita dan anak-anak prasekolah. Ini berkaitan tentang kekuasaan dan kontrol. Sedangkan emotional tantrum yang lebih sering terjadi pada anak-anak lebih besar.
 
Emotional tantrum terjadi ketika mereka mengamuk yang diliputi oleh emosi, frustasi, kesedihan dan disebabkan juga karena mereka belum memiliki kemampuan biologis atau psikologis untuk memprosesnya. Saat anak kelebihan emosi, mustahil bagi mereka untuk berpikir secara logis.
 
Anna mengatakan inilah sebabnya mengapa sama sekali tidak mungkin untuk bernegosiasi dengan anak yang berada dalam cengkeraman kemarahan. Dan jika anak Anda lapar atau lelah, itu akan memperburuk situasi.
 
Tantrum pada anak-anak berusia empat dan lima tahun sangat sulit ditangani karena seringkali kita menghargai anak dengan kedewasaan yang lebih daripada yang mereka miliki.
 
Menangani tantrum pada anak di atas usia empat tahun harus dilakukan dengan tepat. Bukan ide yang baik untuk mengancam atau menghukum seorang anak yang berada dalam pergolakan kemarahan. 
 
Anak-anak kehilangan kendali atas emosi mereka dan mungkin akan merasa cemas juga takut dengan apa yang mereka rasakan. Jika Anda mulai berteriak padanya, situasinya justru akan semakin memanas.
 
Hampir sama dengan mengatasi tantrum pada balita, ada beberapa cara untuk mengatasi tantrum pada anak yang lebih besar seperti memenuhi kebutuhan dasar mereka yaitu mencegahnya kelaparan, haus atau terlalu panas. 
 
Cara kedua yakni meminimalisir stres atau kekacauan ketika tantrum terjadi, cobalah mengidentifikasi pemicu kemarahan, bantu anak menggambarkan perasaan mereka agar dapat memegang kendali, dan terakhir bersikap tenang dan baik selama anak Anda tantrum.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi