Tega Korbankan Anaknya sebagai Pelaku Bom, Apa yang Salah pada Orang Tua?

Raka Lestari 14 Mei 2018 12:29 WIB
Teror Bom di Surabaya
Tega Korbankan Anaknya sebagai Pelaku Bom, Apa yang Salah pada Orang Tua?
Bom di salah satu gereja di Surabaya. Foto: AFP/Juni Kriswanto.
Jakarta: Rentetan teror bom di Surabaya pada Minggu, 13 Mei menjadi peristiwa duka yang menyorot perhatian. Apalagi, terduga teror melibatkan anak-anak mereka dalam melakukan aksinya. 

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana bisa orang tua tega mengorbankan nyawa anaknya untuk melakukan tindak kejahatan?

Psikolog anak dan remaja Novita Tandry mengatakan bahwa pemahaman orang tua sangat berpengaruh terhadap masa depan anaknya. 


"Kalau mereka bisa memberikan nyawa mereka yang sangat berharga, berarti ada satu pemahaman di keluarga ini yang tidak kita pahami," ujarnya saat dihubungi Medcom.id, Senin, 14 Mei 2018. 

(Aksi Terorisme Satu Keluarga Sudah Diprediksi Jauh Hari)

Menurut Novita, anak-anak ibarat kertas putih yang akan "diisi" oleh orang tua mereka.

"Anak-anak itu ibarat kertas putih, kita (orang tua) yang mengisi, kita yang menentukan mau menulis apa. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua agar tidak memiliki paham radikalisme," tambah dia. 

"Jika yang diajarkan ke dalam benak anak-anak adalah membenci orang lain, anak-anak akan menganggap ini sebagai suatu kebenaran," kata dia.

Sebar Foto dan Video Korban Bom Bisa Dipidana

Senada dengan Novita, Efnie Indrianie, psikolog anak, remaja, dan keluarga juga menjelaskan bahaya jika orang tua terjerumus dogma yang salah. 

"Jika seseorang sudah percaya dogma, memori dogmatis akan terkunci di sistem otak brain stem sehingga fungsi neokorteks sebagai nalar sudah tidak jalan. Jadi, enggak ada kekhawatiran bagi mereka jika menyertakan anak-anak," papar dosen psikologi di Universitas Kristen Maranatha Bandung ini. 

Dibutuhkan re-education bagi orang tua yang sudah terpapar dogma yang salah agar tidak menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak-anak mereka. 

Lihat video:





(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id