Para ibu harus menggunakan antibiotik yang aman. (Foto: Freestocks/Pexels)
Para ibu harus menggunakan antibiotik yang aman. (Foto: Freestocks/Pexels)

Ibu Hamil Harus Bijak Menggunakan Antibiotik

Rona kehamilan
Kumara Anggita • 22 November 2019 15:04
Depok: Antibiotik harusnya digunakan dengan bijaksana. Apalagi bagi ibu hamil yang rentan terhadap penyakit.
 
Ketua KPRA, Dokter Hari Paraton menjelaskan bahwa para ibu harus menggunakan antibiotik yang aman. Tapi jangan lupa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.
 
"Kalau ibu hamil harus minum antibiotik. Antibiotiknya harus sangat sangat aman buat ibu dan janin. Hati-hati. Ibu hamil ada perlakukan khusus, ibu menyusui juga begitu. Terutama untuk keselamatan bayinya," papar Dokter Hari di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini karena antibodi dalam keadaan rendah saat sedang hamil. Sehingga membuat para ibu jadi mudah terinfeksi.
 
"Ibu hamil kondisi antibodinya rendah sekali. Mudah infeksi. Memang ibu hamil mudah infeksi," jelasnya.
 
"Contohnya mudah keputihan, hati-hati juga ini keputihan. Jangan kasih antibiotik karena itu jamur. Makin minum antibiotik makin muncul jamurnya. Jamur tak bisa dibunuh antibiotik melainkan antijamur. Bakteri normal mati sementara jamurnya tumbuh semua," terang Dokter Hari.
 
Saat ini, resistensi antibiotik diperkirakan mengakibatkan 700 ribu kematian di seluruh dunia. WHO mengingatkan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, resistensi antibiotik diperkirakan akan mengakibatkan sekitar 10 juta kematian secara global setiap tahunnya pada 2020 mendatang.
 
Resistensi antibiotik dampaknya sangat merugikan. Bakteri jadi tidak dapat lagi dimatikan dengan antibiotik. Sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kecacaran bahkan kematian.
 
Bakteri akan menjadi resisten dengan cepat jika pemakaian antibiotik berlebihan. Hal ini menyebabkan penyakit susah disembuhkan dan penyebaran sulit dihentikan.
 
Jika jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin banyak, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat berisiko. Efek dari kondisi ini, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif