Ketika sudah menikah, anda tidak bisa egois lagi. Artinya, kehidupan ini bukan semata-mata tentang Anda lagi. (Foto Ilustrasi: John Mark Smith/Unsplash.com)
Ketika sudah menikah, anda tidak bisa egois lagi. Artinya, kehidupan ini bukan semata-mata tentang Anda lagi. (Foto Ilustrasi: John Mark Smith/Unsplash.com)

Beragam Permasalahan Pernikahan setelah 10 Tahun

Rona pernikahan
Kumara Anggita • 22 Januari 2019 16:40
Jakarta: Ketika pernikahan sudah berjalan 10 tahun, intensitas konflik antara anda dan pasangan meningkat. Entah itu masalah kecil, hingga menjurus ke nasib pernikahan Anda.
 
Namun, ada beberapa jalan keluar yang bisa diterapkan untuk membuat pernikahan terasa seperti segar kembali. Seperti melakukan bulan madu lagi.
 
Tapi sebenarnya apa saja sih permasalahan yang biasa Anda dan pasangan temukan. Berikut di antaranya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Pasangan Berubah Menjadi Sebatas "Teman Sekamar"
Hal yang terpenting adalah berusaha untuk menjaga hubungan tetap dalam tataran hubungan  'romantis'. Akan tetapi, banyak pasangan yang tidak membuat hubungan menjadi menarik seperti saat berkencan dulu. Alhasil pasangan lebih seperti teman sekamar.
 
"Pasangan romantis dapat dengan mudah berubah menjadi kerabat dalam mengatur keluarga dan kehidupan, daripada menjadi pasangan romantis," tutur terapis spesialisasi konsuling laki-laki, Kurt Smith.
 
Untuk bisa mengatasi situasi seperti ini, sebaiknya Anda lebih sering berkencan, menonton film bersama, dan hal-hal menarik lainnya agar membuat suasana menjadi lebih beragam.
 
2. Toleransi Antar Pasangan Menghilang
Pada awal-awal pernikahan, ketika pasangan mengacaukan sesuatu, kesabaran dan maaf lebih besar. Seiring dengan berjalannya waktu pasangan satu sama lain menjadi semakin tidak sabar.
 
"Pada awal pernikahan, kita dapat melihat banyak keanggunan satu sama lain karena cinta kita telah menutupi semua kekurangan atau kegagalan,” kata Smith.
 
"Sedihnya, saat pernikahan matang, kesabaran bisa memudar." lanjutnya.
 
Jika hal serupa terjadi, cobalah untuk mengingat bahwa anda dan pasangan berada pada satu tim. Jangan anggap pasangan memiliki intensi negatif. Dengan seperti itu, rasa hormat satu sama lain akan muncul kembali.
 
3. Anda Jarang Bersenang-senang
Anda lupa melakukan hal-hal bodoh yang menyenangkan. Semakin menua ditambah tekanan yang menumpuk membuat orang dewasa menjadi terlalu serius. Alhasil, sisi kanak-kanak dan selera humor anda menghilang. Oleh karena itu, coba untuk membawa hal-hal santai dan menyenangkan dalam pernikahan Anda.
 
"Tiup gelembung, naik ayunan di taman, mainkan permainan kejam Monopoly atau Trivial Pursuit. Atau hanya membaca lelucon konyol dan ceritakan hal lucu satu sama lain," ungkap Psikoterapis,Tina Tessina.
 
4. Anda Menganggap Pernikahan Menghambat Cita-cita
Ketika menikah, Anda tidak bisa egois lagi. Artinya, kehidupan ini bukan semata-mata tentang Anda lagi, melainkan melibatkan pasangan dan anak-anak. Hal tersebut membuat Anda secara sadar atau tidak sadar harus berkorban dan berkompromi dengan tujuan hidup Anda, misalnya karier.
 
"Banyak pasangan mengorbankan impian mereka untuk menjaga stabilitas hubungan dan keluarga," kata terapis pasangan, Kari Carroll.
 
"Tetapi dalam 10 tahun, mereka menyadari bahwa hidup adalah panggilan dan mereka harus bernegosiasi membantu diri mereka sendiri dan pasangan mereka agar mencapai pemenuhan yang lebih besar," tutupnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif