Berkebun dapat berkontribusi pada kesehatan anak secara keseluruhan tidak hanya dalam pikiran, tetapi juga bagi tubuh. (Foto Ilustrasi: Berendey Ivanov/Pexels)
Berkebun dapat berkontribusi pada kesehatan anak secara keseluruhan tidak hanya dalam pikiran, tetapi juga bagi tubuh. (Foto Ilustrasi: Berendey Ivanov/Pexels)

Manfaat Bercocok Tanam untuk Anak-anak

Rona keluarga
Raka Lestari • 12 Mei 2019 14:13
Jakarta: Mengajarkan anak-anak untuk becocok tanam ternyata memiliki manfaat yang baik. Ketika anak-anak bersentuhan langsung dengan tanah, menggali tanah, menanam benih, mereka tidak hanya bersenang-senang tetapi juga belajar.
 
Seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka dan mendapatkan manfaat dari segi psikologis. Namun terkadang, banyak orang tua yang merasa khawatir dengan kegiatan berkebun, anak mereka bisa terkena kuman dan bakteri yang banyak terdapat di dalam tanah.
 
Dikutip dari Romper, menurut Jack Gilbert, Ph.D., penulis buku Dirt is Good, paparan bakteri di tanah ketika anak-anak bermain di luar dapat membantu dalam membangun sistem kekebalan tubh mereka. Jadi, meskipun banyak orang tua yang ragu mengajak anaknya berkebun sebenarnya itu dapat membantu menjaga anak-anak tetap sehat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan tubuh anak, berkebun juga dapat memiliki dampak positif pada psikologis anak. Menurut Dr Deborah Zlotnik, seorang psikolog, anak-anak di era digital seperti sekarang ini dapat menggunakan berkebun sebagai cara untuk menghilangkan stres.
 
"Penelitian menunjukkan bahwa berhubungan dengan alam memiliki efek besar pada kesejahteraan psikologis dengan meningkatkan emosi positif dan mengurangi stres. Saat anak-anak atau orang dewasa bermain di luar rumah, mereka dapat melatih fokus dan konsentrasi pada apa yang sedang mereka kerjakan," terang Zlotnik.
 
Dengan melakukan aktivitas dan fokus kepada tanaman, anak-anak dapat mengalihkan diri terhadap penyebab stres sehari-hari. Seperti masalah sekolah atau masalah pertemanan.
 
"Bagi anak-anak dan remaja yang terlalu fokus pada alat elektronik dan sosial media, berkebun bisa menjadi cara terbaik untuk terlibat dalam aktivitas prososial yang positif. Ketika anak-anak terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan, mereka lebih mampu menangani stresor lain dan lebih mampu mengatur emosi mereka," tambah Dr Zlotnik.
 
Psikolog Ellen Braaten, Ph.D, mengatakan anak-anak juga dapat belajar mengenai sains dengan cara yang menyenangkan. Seperti belajar tentang fotosintesi, pentingnya pupuk bagi tanaman, siklus kehidupan, dan bentuk-bentuk tanaman.
 
Braaten juga menjelaskan bahwa berkebun dapat berkontribusi pada kesehatan anak secara keseluruhan tidak hanya dalam pikiran, tetapi juga bagi tubuh.
 
"Ketika anak-anak berada di luar ruangan, mereka cenderung sangat aktif dan melakukan kegiatan yang meningkatkan keterampilan motoric mereka, seperti berlari, memanjat, dan melompat," terang Braaten.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif