Untuk membuat anak menjadi bahagia, lakukan hal positif dan menerapkannya secara konsisten. (Foto Ilustrasi: Ben White/Unsplash)
Untuk membuat anak menjadi bahagia, lakukan hal positif dan menerapkannya secara konsisten. (Foto Ilustrasi: Ben White/Unsplash)

Tips Membesarkan Anak yang Bahagia

Rona tumbuh kembang anak
Kumara Anggita • 19 Mei 2019 08:37
Anak kerap dan pandai meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi bersikaplah positif dengan sungguh-sungguh dan yang terpenting menerapkannya secara konsisten di depan mereka.
 
Jakarta:
Semua orang tua ingin membesarkan anaknya menjadi sosok yang bahagia. Namun hal ini bukanlah membalikkan telapak tangan, sebab dibutuhkan kesadaran yang besar dalam kehidupan sehari-hari.
 
Untuk Anda yang belum memiliki bayangan seperti apa, Anda bisa membiasakan beberapa hal pada anak Anda yang terkasih. Tak membutuhkan banyak uang dan tenaga, namun keniatan, kesabaran, dan rasa yang tulus. Seperti beberapa cara membuat anak bahagia yang dilansir dari Reader's Digest:

-Ajarkan rasa terima kasih

Bantu anak Anda menghargai hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari dengan mengucapkan terima kasih mulai saat ini. Apakah itu kesempatan untuk bermain bola di taman bersama, menonton matahari terbenam yang indah, atau memetik stroberi segar, ucapkan terima kasih dan anak Anda akan mengikuti usaha Anda. Ketika orang tua menunjukkan rasa terima kasih, anak-anak mereka tumbuh lebih antusias, gembira, tertarik, dan terlibat dalam dunia di sekitar mereka.

-Dengarkan anak Anda

Jika anak Anda pulang dari sekolah dan merasa kesal oleh situasi atau kelakuan temannya, maka yang perlu Anda lakukan adalah tak langsung mengkritiknya. Melainkan katakan padanya untuk tidak berbicara negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya mengkritik hanya akan membuatnya menekan perasaannya yang tidak bahagia. Sebaliknya, dengarkan dia dan akui emosinya. Ketika anak-anak merasa bahwa orang tua mereka memahaminya, mereka lebih bahagia.

-Ciptakan rutinitas

Seorang penulis Adolescent Girls in Crisis, Martha B. Straus, Ph.D menyatakan bahwa ritual dan rutinitas harian adalah dengan melakukan beberapa cara paling mendasar untuk menanamkan rasa aman dan senang.
 
Sebuah tinjauan 50 tahun penelitian tentang rutinitas keluarga dalam Journal of Family Psychology menemukan bahwa, ritual seperti makan keluarga dan rutinitas tidur membantu anak-anak merasa aman, memperkuat ikatan keluarga, dan mengarah pada produktivitas yang lebih besar.

-Ajari anak Anda untuk melakukan hal-hal yang bermakna

Seiring bertambahnya usia balita jangan lupa untuk ajari dia membantu orang lain. Penelitian menunjukkan jika orang yang memiliki makna dalam hidup mereka, maka rasa tertekannya berkurang. Misalnya, kerja untuk amal dan membantu orang lain dapat membantu membuat hidup lebih bermakna.
 
Bahkan anak kecil pun bisa mendapat manfaat dari pelajaran ini. Misalnya, anak-anak dapat membantu mengumpulkan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yang kehilangan rumah karena bencana alam. Bahkan membantu dengan pekerjaan rumah tangga sederhana, seperti meletakkan pakaian kotor di keranjang, dapat membantu anak Anda merasa bahwa dia berkontribusi.

-Menjadi panutan

Ini adalah yang terpenting karena Anak Anda mencontohkan perilaku Anda, dan dia bisa tahu kapan Anda tidak bahagia. Berusahalah untuk benar-benar positif di sekitar anak Anda.
 
Cerdas Menjaga Tumbuh Kembang Si Kecil

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif