Supaya tidak panik, penting sekali bagi Anda sendiri mengetahui penyebab umum yang membuat si kecil menangis. (Foto: Ilustrasi. Echo Gris/Unsplash.com)
Supaya tidak panik, penting sekali bagi Anda sendiri mengetahui penyebab umum yang membuat si kecil menangis. (Foto: Ilustrasi. Echo Gris/Unsplash.com)

Tujuh Alasan Bayi Menangis

Rona perkembangan anak
12 Desember 2018 15:28
Jakarta: Menangis merupakan cara si kecil untuk menunjukkan bahwa ia membutuhkan sesuatu. Bagi orang tua yang terbiasa mengurus bayi dan anak kecil, tangisan bayi menjadi hal yang lumrah terjadi dan bisa ditangani, lain halnya dengan yang baru memiliki anak. Tangisan si kecil bisa membuat mereka khawatir dan kebingungan.
 
Supaya tidak panik, penting sekali bagi Anda sendiri mengetahui penyebab umum yang membuat si kecil menangis. Setelah itu barulah akan mengetahui penanganannya, seperti yang dilansir dari BabyCenter.
 
1. Lapar
Yang paling umum terjadi adalalah ketika dalam keadaaan lapar sehingga menyebabkan bayi menangis. Perutnya yang kecil dan tidak bisa menampung banyak makanan membuat bayi cepat lapar. Jika si kecil menangis, saatnya Anda memberikan ASI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Perlu bersendawa
Jika bayi Anda menangis selama atau setelah menyusu, mungkin perlu bersendawa. Gendonglah si kecil dengan cara menempelkannya ke bahu Anda dengan posisi bayi berdiri, lalu tepuk atau gosok punggungnya untuk membantu bersendawa.
 
3. Lelah
Tak hanya orang dewasa, si kecil pun bisa mengalami kelelahan. Setelah melakukan perjalanan bersama Anda dan tidak bisa tidur, akan menangis dan menjadi rewel. Kelelahan si kecil bisa juga disebabkan suasana sekeliling yang tidak nyaman atau pun cuaca sedang buruk.
 
(Baca juga: 5 Cara Hentikan Tangis Bayi)
 
Tujuh Alasan Bayi Menangis
(Supaya tidak panik, penting sekali bagi Anda sendiri mengetahui penyebab umum yang membuat si kecil menangis. Setelah itu barulah akan mengetahui penanganannya. Foto: Irina Murza/Unsplash.com)
 
4. Kepanasan atau kedinginan
Suasana kamar yang panas dan gerah bisa membuatnya menangis dan rewel. Jika sampai badannya mengalami keringat berlebih hingga pakaiannya basah, Anda perlu segera memindahkannya ke tempat yang lebih sejuk dan lega.
 
Serta mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Si kecil juga bisa menangis bila udara terlalu dingin dan melewati kulitnya. Kalau sudah begini, Anda perlu memberikan kehangatan dan selimut.
 
5. Sakit
Sadari setiap perubahan yang terjadi pada si kecil. Jika tidak enak badan atau sakit, akan cenderung sering menangis dan rewel.
 
Pertama-tama, Anda perlu cek suhu tubuh si kecil dengan termometer atau menempelkan tangan Anda ke tubuhnya, untuk tahu demam atau tidak. Perhatikan juga hidungnya untuk melihat kemungkinan flu atau hidung tersumbat. Jika demam dan tangisannya tak berhenti, segera bawalah ke dokter.
 
6. Minta ditemani
Kebanyakan bayi membutuhkan seseorang di dekatnya. Jika ia merasa kesepian, ia akan menangis agar mendapatkan perhatian. Begitu juga ketika mainannya lepas dari genggaman, ia akan menangis untuk meminta bantuan.
 
7. Popok basah
Popok basah karena pipis atau buang air besar menyebabkan ketidaknyamanan pada si kecil. Hal ini akan membuatnya menangis terus-menerus sampai popok dibersihkan dan diganti.
 
Ingat, jangan terlalu lama membiarkan si kecil  dengan popok basah karena ini dapat menyebabkan ruam popok (radang atau infeksi kulit di sekitar area popok seperti paha dan pantat pada bayi). Dan rutin Anda menggantikan popoknya.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif