Studi: Insting Kepemilikan Sudah Muncul Sejak Usia Tiga Tahun
Sebuah studi dari University of Waterloo menemukan bahwa anak berusia tiga tahun sudah bisa membuat keputusan terkait kepemilikan benda berdasarkan lokasi. (Foto: Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah studi dari University of Waterloo menemukan bahwa anak berusia tiga tahun sudah bisa membuat keputusan terkait kepemilikan benda berdasarkan lokasi.

Artinya, anak sudah dapat merasakan kepemilikan suatu barang tanpa melihat seseorang berinteraksi dengan benda tersebut. Mereka secara intuitif tahu siapa yang memiliki barang, bahkan jika orang tua mereka tidak menunjukkan hal itu kepada mereka.

"Kita menyadari bahwa semua daerah ada di bawah kepemilikan seseorang. Studi sebelumnya menemukan bahwa anak kecil mengerti makna kepemilakan setelah berinteraksi. Tapi faktanya, kita dikelilingi oleh obyek yang diam saja, dan penting tahu ini milik siapa," papar pemimpin studi Brandon W. Goulding.


Penelitian tersebut melibatkan anak-anak berusia tiga hingga lima tahun. Dalam serangkaian percobaan, para peserta diperlihatkan gambar yang menunjukkan dua halaman rumah yang dibagi oleh jalan dan mengatakan satu rumah milik seseorang dan yang lain untuk tetangganya.

Setiap halaman berisi berbagai benda seperti bunga atau mesin pemotong rumput. Tanpa diberitahu informasi apa pun tentang benda-benda itu, anak-anak diminta untuk menentukan apakah mereka milik orang itu atau tetangganya.


(Anak-anak yang lebih tua dapat mempertimbangkan sejarah dan peristiwa masa lalu ketika menentukan kepemilikan. Foto: Dok. Yatin Suleha)

Anak-anak dari segala usia dalam penelitian tersebut menyimpulkan bahwa orang tersebut memiliki benda-benda di halamannya, tetapi tidak benda di halaman tetangga. 

Peserta masih dapat benar-benar menyimpulkan kepemilikan ketika orang tersebut dipindahkan di seberang jalan untuk mengunjungi tetangganya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedekatan pemiliknya dengan wilayahnya bukanlah kunci untuk pemahaman mereka.

Selanjutnya, anak-anak yang lebih tua dapat mempertimbangkan sejarah dan peristiwa masa lalu ketika menentukan kepemilikan. Misalnya, ketika seekor anjing membawa objek ke halaman, anak-anak berusia lima tahun tahu bahwa bola itu kemungkinan milik orang lain.

"Orang-orang sering khawatir tentang kepemilikan anak-anak mereka, tetapi saya pikir mereka sering memiliki intuisi seperti orang dewasa tentang kepemilikan," kata Ori Friedman, rekan penulis studi ini.

Menurutnya, psikologi kita membentuk budaya dan hukum kita. Penilaian anak-anak sangat sejalan dengan hukum, namun mereka mungkin tidak menyadari konvensi hukum tersebut.

Secara keseluruhan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa penilaian anak-anak lebih sesuai dengan orang dewasa daripada yang kita duga.




(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360