Sebuah studi dalam Journal of Psychology menemukan cara untuk menghadapi rasa bersalah dalam mengasuh anak. (Foto: Sai De Silva/Unsplash.com)
Sebuah studi dalam Journal of Psychology menemukan cara untuk menghadapi rasa bersalah dalam mengasuh anak. (Foto: Sai De Silva/Unsplash.com)

Cara Melawan Rasa Bersalah sebagai Orang Tua

Rona keluarga psikologi
Torie Natalova • 21 Januari 2019 11:47
Jakarta: Belajar menjadi orang tua yang baik tidak akan pernah berhenti bahkan ketika anak-anak mulai beranjak dewasa. Terlebih lagi, menjadi orang tua di era media sosial dapat membuat Anda terus diliputi perasaan bersalah dan malu karena pola asuh yang dinilai tidak sempurna.
 
Saat orang tua pulang bekerja dalam kondisi lelah dan mungkin stres, Anda mungkin sering merasa lebih emosional dalam menghadapi anak. Ada begitu banyak tekanan tentang seperti apa atau bagaimana cara berperilaku sebagai orang tua yang sempurna dalam media sosial.
 
Semakin Anda merasa bersalah karena tidak memenuhi harapan itu, semakin tinggi tingkat stres dan kecemasan Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semakin Anda membandingkan diri dengan standar yang ideal sebagai orang tua, semakin Anda mulai mengikis kepercayaan Anda pada kemampuan mengasuh anak yang dapat berubah menjadi isolasi atau pengasuhan yang salah.
 
(Baca juga: Tanda-tanda Anda Orang Tua yang Bermasalah)
 
Cara Melawan Rasa Bersalah sebagai Orang Tua
(Belas kasih diri memberi Anda kesempatan untuk merespons setiap kegagalan dan kekurangan pribadi yang dirasakan terutama dalam mengasuh anak. Foto: Jude Beck/Unsplash.com)
 
Sebuah studi dalam Journal of Psychology menemukan cara untuk menghadapi rasa bersalah dalam mengasuh anak yakni mulailah dengan praktik belas kasihan diri seperti kebaikan diri, kemanusiaan dan perhatian.
 
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 167 orang tua dengan anak-anak di bawah 12 tahun menunjukkan bahwa kelompok yang mempraktikkan belas kasih diri memiliki rasa kesejahteraan yang lebih besar dengan perasaan bersalah dan malu yang lebih rendah di akhir penelitian.
 
Selain itu, orang tua yang hanya memiliki belas kasih lebih tinggi juga mengalami sedikit rasa bersalah setelah mengingat kembali pengasuhan anak mereka.
 
Belas kasih diri memberi Anda kesempatan untuk merespons setiap kegagalan dan kekurangan pribadi yang dirasakan terutama dalam mengasuh anak, dengan rasa kebaikan terhadap diri sendiri, mengingat bahwa kita semua manusia dan kesalah yang lebih penuh perhatian akan apa yang Anda rasakan.
 
Ini akan membuat Anda sebagai orang tua menggunakan cara yang mengutamakan untuk kesejahteraan bersama.
 
Belas kasihan adalah kebiasaan yang dapat dipelajari dan dapat Anda praktikkan kapan saja seperti meditasi hingga mengingat rasa syukur.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif