Disiplinan dan konsistensi dalam menjalani pola hidup baru yang harus dilakukan agar tetap mencegah penyebaran covid-19. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Disiplinan dan konsistensi dalam menjalani pola hidup baru yang harus dilakukan agar tetap mencegah penyebaran covid-19. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tips Menghadapi Kenormalan Baru bagi Anak dan Orang Tua

Rona keluarga psikologi New Normal Kenormalan Baru
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Juni 2020 08:00
Jakarta: Kenormalan baru (new normal) akan diterapkan di Indonesia. Istilah ini muncul agar masyarakat Indonesia menerima kondisi wabah covid-19 sembari tetap menjalankan aktivitas di luar rumah dengan syarat.
 
Dalam menghadapi kenormalan baru secara psikologi, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan masyarakat Indonesia. Baik terhadap anak, remaja, maupun orang tua.
 
"Pertama, adaptasi dengan kebiasaan baru yang harus dijalani selama beraktivitas. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan lain-lain (seduai prosedur kesehatan)," ujar Jane Cindy, M.Psi, Psi. selaku psikolog di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, setiap orang berbeda. Ada yang dapat cepat beradaptasi, ada yang butuh waktu lebih lama. Maka dari itu, proses adaptasi ini perlu dipahami dan diterapkan dengan tepat oleh seluruh masyarakat Indonesia.
 
"Kedua, kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani pola hidup baru yang harus dilakukan agar tetap mencegah penyebaran covid-19," tuturnya.
 
Tips selanjutnya, mengelola emosi negatif seperti cemas dan takut. Dalam hal ini, ingatlah selalu tentang ada hal yang bisa kita kendalikan, yaitu menerapkan langkah-langkah pencegahan covid-19 seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak.
 
Tips Menghadapi Kenormalan Baru bagi Anak dan Orang Tua
(Dalam kenormalan baru, orang tua harus mengedukasi anak terkait apa itu covid-19. Jadilah contoh untuk anak Anda. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
Selain itu, ingat juga ada hal yang tidak bisa kita kendalikan. Hal ini berkaitan dengan kapan pandemi ini benar-benar berakhir. Apabila terus menerus dipikirkan, maka tidak ada habisnya karena Anda tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan itu.
 
"Kemudian, terhadap anak, orang tua harus mengedukasi anak terkait apa itu covid-19. Bisa pakai media yang menarik untuk anak, seperti video atau gambar," paparnya.
 
Ia menjelaskan bahwa orang tua harus bisa menjadi role model untuk anak-anaknya. Baik dalam menerima kondisi pandemi covid-19, maupun dalam menerapkan kebiasaan baru seperti pola hidup bersih dan sehat sesuai anjuran Kementerian Kesehatan dalam protokol kesehatan.
 
"Untuk remaja, umumnya sudah paham dan bisa diajak berdiskusi terkait pandemi covid-19. Psikoedukasi tetap harus diberikan juga," jelasnya.
 
"Yang terpenting satu keluarga saling support, saling mengingatkan terkait kebiasaan-kebiasaan baru yang mungkin sebeluknya belum pernah dilakukan," tambahnya.

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif