Kekecewaan juga bermanfaat membentuk kepribadian bahkan pada anak usia dini. (Foto: Pexels.com)
Kekecewaan juga bermanfaat membentuk kepribadian bahkan pada anak usia dini. (Foto: Pexels.com)

Cara Bantu Anak Hadapi Kekecewaan

Rona perkembangan anak
Anda Nurlaila • 27 Mei 2019 09:00
Robert Brooks penulis "Raising Resilient Children" mengatakan jika orang tua selalu menjaga anak agar tidak kecewa, Anda menghalangi mereka mengembangkan keterampilan penting.
 

 
Jakarta: Seperti orang dewasa, kehidupan anak juga mengalami kekecewaaan, besar maupun kecil. Saat anak sudah bersiap bermain di taman namun harus batal karena turun hujan. Atau si kecil tidak diizinkan makan es krim sebelum sembuh dari sakit bisa membuatnya kecewa. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anda, walaupun sudah menjadi insting orang tua untuk melindungi anak dari kekecewaan, kita tidak dapat selalu menghindarinya. Kekecewaan juga bermanfaat membentuk kepribadian bahkan pada anak usia dini. 
 
"Jika anak belajar di usia dini mereka memiliki alat mengatasi situasi mengecewakan, mereka dapat mengandalkan itu selama masa kanak-kanak bahkan hingga tumbuh sebagai orang dewasa," kata penulis "Raising Resilient Children" Robert Brooks.
 
"Jika orang tua selalu menjaga anak agar tidak kecewa, Anda menghalangi mereka mengembangkan keterampilan penting," kata Brooks. 
 
Bantuan orang tua adalah membantu anak belajar untuk meminta dukungan realistis, bersandar pada orang lain, berkomunikasi dengan baik, dan tetap optimis. 
 
"Dengan begitu Anda membantu anak menangani hal yang ditawarkan kehidupan kepadanya," kata Brooks. 
 
Cara Bantu Anak Hadapi Kekecewaan
("Jika orang tua selalu menjaga anak agar tidak kecewa, Anda menghalangi mereka mengembangkan keterampilan penting," kata Robert Brooks. Foto: Pexels.com)

Menangani kekecewaan kecil yang menjadi amukan

Kejadian anak mengamuk saat kehabisan makanan favoritnya kerap terjadi. Atau anak menangis berguling di lantai ketika melihat teman memainkan mainan yang anak inginkan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua:

1. Ajari anak bahwa ada yang dapat diubah dan tidak 

Dia mungkin tidak mengerti masalahnya di luar kendali orang tuanya. Atau tidak tidak mengerti kemarahannya akibat tidak memeroleh yang dia inginkan. Terangkan keadaan yang dia alami seperti,"Ibu tahu kamu kesal." Diskusikan solusinya pada anak.

2. Ajak anak mengeksplorasi berbagai aktivitas

Hingga ia menemukan hal yang dia sukai dan kuasai. Seorang anak dapat beralih ke sesuatu yang dia kuasai saat tidak terbentur hal yang tidak dia kuasai. Hal ini dapat mengubah pikirannya dari "Aku tidak bisa," menjadi "Aku akan bisa lain kali". 

3. Hindari hukuman bagi anak karena perilaku negatif akibat kecewa

Terutama jika anak cenderung menangis. Meski sulit, apalagi saat orang tua marah. Ingatkan diri bahwa anak butuh melampiaskan perasaan kecewanya. Hal ini baik untuk melewati situasi sulit. 

4. Ketika anak gampang marah

Anak mudah kesal namun tidak berkembang menjadi amukan. Ada beberapa hal untuk meningkatkan ketahanannya. 

Beri anak Anda pilihan ketika hal yang tak terduga terjadi

Balita sering merasa kurang memiliki kendali atas kehidupan mereka jika tidak sesuai harapan. Tetapi memberi anak kesempatan untuk membuat keputusan dapat memberdayakan dan dapat mengubah situasi. 
 
Misal, Bunda dapat berkata, "Kita tidak bisa ke toko mainan sekarang, tapi mainan apa yang ingin Anda mainkan?" atau "Apakah Anda ingin pergi besok pagi atau sore?"

Temukan cara untuk si kecil Anda untuk membantu orang lain

Ajak anak ke panti asuhan atau rumah jompo dan membiarkannya membantu menyiapkan makan meski lebih berantakan. Tindakan tanpa pamrih, di usia muda memberi anak-anak kesempatan memiliki perspektif atas masalah mereka. Ini juga membantu anak dapat membuat perbedaan positif. 

Biarkan anak menyelesaikan masalahnya 

Alih-alih bergegas untuk "memperbaiki" masalah, bantu anak Anda menyelesaikannya sendiri. Meski butuh waktu, anak akan belajar ia dapat membuat situasi yang buruk menjadi lebih baik dengan sendirinya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif