Usia setahun merupakan waktu-waktu emas yang digunakan orang tua untuk banyak berinteraksi dengan si buah hati. (Ilustrasi Pexels)
Usia setahun merupakan waktu-waktu emas yang digunakan orang tua untuk banyak berinteraksi dengan si buah hati. (Ilustrasi Pexels)

Anak Satu Tahun tak Boleh Main Gadget

Rona tumbuh kembang anak
Kumara Anggita • 03 Desember 2019 14:49
Jakarta: Pada masa yang serba gadget, semua orang menghabiskan banyak waktunya di depan peranti elektronik tersebut. Bahkan bayi yang belum berusia setahun pun juga ikutan tren ini.
 
Hal ini disayangkan oleh Psikiater Prof. DR. dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ(K), karena waktu-waktu emas tersebut seharusnya digunakan orang tua untuk banyak berinteraksi dengan si buah hati.
 
"American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa 0 sampai 1 tahun tidak ada gadget sama sekali. Ini karena pada umur nol sampai satu tahun itu masa pendekatan dengan orang tua dengan anaknya. Jadi kita berharap interaksi antara orang tua dan anak sebanyak mugkin, main bersama," ujarnya di Hotel Raffles, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Walaupun interaksi begitu dibutuhkan dalam tahap perkembangan, bukan berarti Anda harus bersama buah hati 24 jam. Yang terpenting, Anda membangun waktu berkualitas dengannya.
 
"Ini juga bukan waktunya sepanjang hari atau setiap waktu tapi waktu berkualitasnya. Ibu-ibu dan bapak-bapak, pasti bekerja untuk mencari nafkah. Begitu pulang sediakan waktu. WHO bilang 30 menit tapi tergantung seberapa banyak waktu Anda bisa bermain dengan anak," jelasnya.
 
Psikiater Prof. DR. dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ(K) juga menjelaskan bahwa, pola asuh yang sesuai menjadi hal yang penting dalam membangun fondasi perkembangan anak. Pola asuh organik bisa menjadi salah satu pilihannya.
 
"Dalam menghadapi tantangan pola asuh di era milenium ini. Khususnya keterikatan anak dengan gawai yang bisa menjadi pisau bermata dua, orang tua milenial dituntut untuk dapat memilih pola asuh yang dirasa tepat dengan karakteristik keluarga," ujar  Prof. DR. dr. Tjhin.
 
"Pola asuh organik bisa menjadi pilihan cara mendidik anak sebagai fondasi dalam tumbuh kembang anak sejak dini, karena fokus pada membangun relasi atau kedekatan, baik fisik maupun emosi antara orang tua dan anak. Kedekatan dengan anak merupakan cara ideal untuk meningkatkan rasa aman, mandiri, dan rasa empati anak," paparnya.
 
"Selain itu pola asuh organik yang berfokus mengajak anak melakukan lebih banyak kegiatan fisik di luar ruangan bersama orang tua juga dapat merangsang dan mengembangkan sistem sensori anak secara matang. Kematangan sensori anak merupakan hal yang fundamental bagi perkembangan otak baik secara fisik-motorik, kecerdasan berpikir, dan juga sosial-emosional anak," tutup Prof. DR. dr. Tjhin.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif