Salah satu cara untuk membuka pikiran anak adalah dengan memperkenalkannya ke berbagai jenis orang dari berbagai lapisan masyarakat. (Foto: Pexels.com)
Salah satu cara untuk membuka pikiran anak adalah dengan memperkenalkannya ke berbagai jenis orang dari berbagai lapisan masyarakat. (Foto: Pexels.com)

Mengajari Perbedaan pada Anak

Rona keluarga
Anda Nurlaila • 11 Maret 2019 10:01
Anak mengerti tiap orang dan budaya berbeda. Jadi, mereka masih dapat bersikap dan menjalani hidup sesuai keyakinan yang ditanamkan orang tua. Jika bertemu atau melihat budaya atau orang yang berbeda, beri tahu bahwa perbedaan itulah yang membuat dunia menarik. 
 

Jakarta:
Salah satu cara untuk membuka pikiran anak adalah dengan memperkenalkannya ke berbagai jenis orang dari berbagai lapisan masyarakat. Orang-orang miskin, tunawisma, anak-anak yang belajar di sekolah negeri, anak-anak yang autisme dan sebagainya. 
 
Semakin mereka melihat orang tuanya berinteraksi dengan baik dengan berbagai jenis orang, semakin baik mereka dalam menerima perbedaan dan bertoleransi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi orang tua, perhatikan hal-hal berikut jika mengajari anak tentang perbedaan.
 
(Baca juga: Tips agar Anak Jadi Pribadi Toleran)

1. Berpikir sebelum mengatakan seseorang atau sesuatu itu "buruk"

Kita kebanyakan menilai orang yang berbeda akibat keakraban dan rasa aman. Oleh karenanya, sesuatu yang asing atau tidak kita ketahui sering diberi label buruk. Penting untuk mengajari anak bahwa ada banyak sisi untuk diketahui sebelum memberi penilaian kepada orang atau sesuatu. 
 
Mengajari Perbedaan pada Anak
(Salah satu cara untuk membuka pikiran anak adalah dengan memperkenalkannya ke berbagai jenis orang dari berbagai lapisan masyarakat. Foto: Pexels.com)

2. Bedakan antara fakta dan pendapat

Sikap menghakimi terjadi ketika tidak bisa membedakan antara fakta dan pendapat yang sebenarnya. Seperti saat anak bertanya masalah sensitif seperti homoseksual atau peminta-minta di jalan, pastikan anak memahami saat Anda memberitahu pendapat yang didasari norma yang Anda percayai.
 
Jelaskan agar anak memahami bahwa ada pendapat lain di luar yang mungkin berbeda dan kita harus dapat menghargainya. 

3. Mendorong permainan bebas

Para peneliti mengatakan bahwa bermain bebas membantu anak berpikiran terbuka dan mengurangi sikap menghakimi.
 
Misalnya, orang tua menyediakan pasir dan anak-anak bebas melakukan apa yang dia inginkan. Ini mengajarkan tidak ada yang benar atau salah dalam melakukan hal-hal tertentu.

4. Perhatikan bahasa Anda 

Saat tanpa sadar mengomentari bentuk tubuh seseorang atau mereka dari ras yang berbeda, anak memerhatikan dan dapat meniru sikap orang tua. Sikap rasisme dan seksisme seringkali tumbuh dari rumah.

5. Temukan momen mengajarinya perbedaan

Anak tetap berkomentar menghakimi setelah Anda memberi tahunya mengenai perbedaan? Cobalah bersantai sejenak. Ingat, orang tua bukan satu-satunya yang berpengaruh dalam kehidupan anak. 
 
Mereka mungkin mengamati seseorang dari lingkungan atau sekolah dan menirunya. Daripada bereaksi berlebihan, cari waktu yang pas untuk memulai percakapan tentang mengapa menghakimi itu tidak benar.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif