Kadang-kadang pertengkaran antar saudara adalah cara anak mencari-cari perhatian orang tua. (Foto Ilustrasi: Allen Taylor/Unsplash.com)
Kadang-kadang pertengkaran antar saudara adalah cara anak mencari-cari perhatian orang tua. (Foto Ilustrasi: Allen Taylor/Unsplash.com)

Cara Bijak Atasi Pertengkaran Anak

Rona anak-anak tips keluarga
Anda Nurlaila • 14 Februari 2019 14:04
Jakarta: Memiliki anak-anak yang hidup rukun dan saling menyayangi merupakan dambaan setiap orang tua. Tapi bagaimana sikap kita jika di antara mereka terjadi pertengkaran gara-gara berebut mainan, atau mencari perhatian orang dewasa sehingga menyebabkan saling ejek yang melibatkan fisik seperti saling memukul satu sama lain.
 
Pertengkaran sesama saudara ini sering disebut dengan Sibling Rivalry. Menurut Psikolog Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Dewi Mustikawati, anak yang usianya dekat dengan adik atau kakaknya  memiliki kemungkinan sibling rivalry yang lebih besar.
 
"Orang tua dituntut bijak menghadapi situasi ini. Jangan sampai memihak ke salah satu anak atau menghakimi anak," katanya kepada Medcom.id.

Baca juga: Balita Terlalu Aktif? Ini yang Bisa Dilakukan oleh Orang Tua

Dewi menjelaskan, saat anak bertengkar, orang tua harus menyikapinya dengan tenang dan hindari sikap membentak, menyalahkan, atau membela salah satu anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat anak berkelahi, orang tua tidak boleh menyuruh kakak selalu mengalah atau mentang-mentang adik harus selalu dibela. Ucapan seperti 'Tuh kan, kakak nakal sama adek' harus dihindari," katanya.
 
Caper si Anak
Lebih lanjut, Dewi menambahkan, Sibling rivalry kadang-kadang adalah cara anak mencari-cari perhatian orang tua. Orang tua yang reaktif juga sering menjadi alasan anak mengganggu saudaranya.
 
"Apalagi kalau misalnya anak merasa ayah dan ibu baru memperhatikan kalau dia mengganggu dan berantem dengan adik. Bisa jadi anak berselisih agar ia menjadi pusat perhatian," jelasnya.
 
Untuk mengatasinya, orang tua harus merumuskan penghargaan dan hukuman (reward and punishment) atas perilaku anak. Apabila anak melakukan kesalahan, beri pengertian jenis hukuman yang ia terima. Sebaliknya, jika berbuat baik akan mendapat penghargaan untuk memotivasi anak.  
 
Cara Bijak Atasi Pertengkaran Anak
(Foto ilustrasi: Charlein Gracia/Unsplash.com)
 
"Buat perjanjian misalnya kalau selama tiga hari anak tidak berantem, nanti diberi hadiah. Tidak perlu yang mahal, alat-alat sekolah bisa dijadikan alat penghargaan untuk sikap anak," ungkap Dewi.
 
Demikian juga dengan hukuman, haruslah mendidik. Tidak mengancam atau memberi hukuman fisik kepada anak. Di antara hukuman fisik adalah memukul anak, agresi oral atau mengomel, mengunci anak di kamar, tidak diberi makan atau tidak boleh makan.
 
"Anak tidak mengerti konsep hukuman seperti itu. Anak justru akan berpikir orang tua kejam, karena kebutuhan fisik dia mengalami hukuman," katanya.
 
Membuat Perjanjian
Supaya anak dapat bersikap lebih baik, lakukan aturan penghargaan dan hukuman yang disepakati secara konsisten. Umumnya, perubahan perilaku anak dapat terjadi dalam dua sampai tiga bulan. Meluangkan waktu bersama masing-masing anak secara rutin akan membangun rasa aman dan percaya pada masing-masing anak.
 
"Lakukan pada hal-hal sederhana seperti saat membaca buku, melakukan pekerjaan rumah tangga atau berjalan-jalan," kata Dewi.
 
Sementara itu Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan orang tua melakukan beberapa hal jika terjadi kasus sibling rivalry:
 
1. Perlakukan masing-masing anak sesuai karakternya, karena anak memiliki sifat unik maka perlakuannya pun berbeda.
 
2. Puji saat anak rukun. Gunakan kalimat jelas bahwa perilaku mereka baik.
 
3. Tunjukkan kasih sayang melalui kata-kata dan perbuatan.
 
4. Beri waktu agar anak dapat bermain sendiri atau bersama teman.
 
5. Ciptakan suasana rumah yang menyenangkan dan suportif, termasuk tempat untuk bermain.
 
6. Ajarkan anak agar dapat mengungkap perasaan dan pendapat.
 
7. Ajarkan anak untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah.
 
Untuk itu, Anda juga harus mengetahui hal-hal yang mesti dihindari orang tua dalam menghadapi sibling rivalry. Seperti hindari membanding-bandingkan anak dengan kakak, adik, atau temannya, jangan membela salah satu anak secara khusus.

Baca juga: Merentang Asa di Rumah Harapan

Selain itu tidak memberi privasi berlebihan, seperti menyediakan televisi di kamar anak. Sebab anak kehilangan kesempatan bernegosiasi dan menyelesaikan masalah.
 
Untuk itu dorong anak untuk memiliki hubungan pertemanan sendiri. Tidak memaksakan anak-anak agar memiliki teman yang sama. Jika anak tidak merasa salah, jangan memaksanya minta maaf karena dapat mendorong anak berbohong. Beri waktu hingga amarahnya reda dan motivasi anak mencari solusi.
 
Nih Tips Asupan Gizi bagi Si Sibuk

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif