Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan, menggendongnya dan membiarkannya mengeluarkan semua rengekannya. (Foto: Bha Pi/Pexels)
Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan, menggendongnya dan membiarkannya mengeluarkan semua rengekannya. (Foto: Bha Pi/Pexels)

5 Cara Ampuh Mengatasi Rengekan Anak

Rona tumbuh kembang bayi
Anda Nurlaila • 14 Agustus 2019 06:00
Jakarta: Pertumbuhan anak melibatkan banyak tonggak yang menimbulkan kekaguman orang tua. Makanan pertama, langkah pertama, dan kata-kata pertama.
 
Saat mulai bisa berbicara, anak mulai belajar merengek dan menangis jika menginginkan sesuatu. Bagi anak usia satu tahun rengekan adalah salah satu bentuk komunikasi mereka.
 
Penulis How to Be a Great Parent, Nancy S. Buck mengatakan, anak yang merengek juga memberitahu Anda bahwa dia sedang tidak bahagia. Kepada Parents, Buck menjelaskan ada lima cara cerdas untuk menangani rengekan anak.

1. Akui Perasaannya

Merengek adalah tanda anak kesal dan membutuhkan perhatian. Penulis Peaceful Parent Happy Kids, Laura Markham, mengatakan langkah pertama saat anak mulai merengek dengan alasan apapun adalah memberitahunya bahwa Anda ada untuk membantunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejajarkan tubuh dengan tubuh anak, tatap matanya kemudian tanyakan apakah ada yang salah. Saat anak sulit menjawabnya, Anda yang perlu mengindentifikasinya. Terlepas benar atau tidak, berikan simpati dan pelukan membantu menenangkan anak.

2. Berikan Kata-kata pada Perilakunya

Bila anak tahu apa yang dia inginkan tapi mengeluarkan ocehan tidak bermakna, beritahukan apa yang dia inginkan. Misalnya, saat anak minta susu, namun malah merengek, berikan cangkir susunya sambil berkata: "Lain kali katakan bolehkah saya minta susu? Meski pada usia satu tahun anak belum memiliki banyak kosakata, ajari anak untuk mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata.

3. Tertawakan

Jika anak merengek dan Anda tidak dapat memberikan keinginannya, beralihlah ke humor. Ketika seorang anak kesal, otaknya mengirimkan sinyal ke tubuh yang memicu respons melawan atau lari. Salah satu cara mengatur ulang sistem saraf, kata Dr Markham adalah dengan tertawa, yang mengurangi hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon rasa senang seperti oksitosin dan dopamin.
 
Bujuk anak keluar dari rengekan dengan berkata, "Di mana suaramu, Ibu pikir kau kehilangannya." Kemudian cari di bawah sofa atau di perut yang dapat berakhir dengan gelitikan.

4. Hentikan terlibat

Kadang-kadang balita sangat fokus pada hal yang ia inginkan. Sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan. Beritahu anak untuk meminta dengan lebih sopan daripada merengek. Misalnya: "Daripada merengek, bisakah kau mengatakan tolong?". 
 
Setelah itu, hentikan terlibat dengan masalah ini dan beralih ke aktivitas lain, sehingga anak tidak melanjutkan keluhannya. Jika Anda mengabaikannya, anak akhirnya akan tenang.

5. Peluklah

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan, menggendongnya dan membiarkannya mengeluarkan semua rengekannya. "Menangis adalah cara alami mengatasi gangguan dan membantu tubuh pulih," kata Dr. Markham.
 
Setelah tangisnya reda, turunkan anak dan tarik napas dalam-dalam. Katakan pada anak menarik napas panjang meredakan kesedihan dan kemarahan.
 
Untuk mencegah situasi seperti ini pada masa depan, luangkan waktu tidur siang, sehingga anak tidak kelelahan dan mengganggu suasana hatinya pada sore hari. Walaupun tidak dapat memenuhi kebutuhan anak sepanjang hari, balita yang cukup istirahat dan puas lebih jarang menjadi cengeng.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif