Seperti diwartakan Parents, survei Center Pacs di Inggris menemukan bahwa anak
Seperti diwartakan Parents, survei Center Pacs di Inggris menemukan bahwa anak "bekerja" selama 46 jam dalam seminggu. (Foto: Pixabay/Pexels)

Survei: Anak Milenial "Bekerja" Lebih Berat daripada Orang Tua

Rona tumbuh kembang anak
Anda Nurlaila • 14 Juni 2019 10:08
Anak pada zaman milenial kerap memiliki aktivitas lebih banyak saat mereka bersekolah. Ada kalanya orang tua tak melulu menuruti kemauan mereka. Untuk itu, diperlukan sekira 3 jam untuk memberikan mereka waktu bermain.
 
Jakarta: Orang tua yang memiliki terutama anak sekolah, mungkin merasa beban anak lebih banyak daripada saat mereka kecil. Selain jam belajar yang lebih panjang, tugas dan pekerjaan rumah lebih banyak daripada beberapa dekade sebelumnya.
 
Di samping pendidikan formal, aktivitas harian anak termasuk ekstrakulikuler, berbagai les dan hobi yang mereka sukai. Tidak ada waktu yang benar-benar digunakan anak untuk bersantai dan bermain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diwartakan Parents, survei Center Pacs di Inggris menemukan bahwa anak "bekerja" selama 46 jam dalam seminggu. Jumlah itu lebih banyak daripada waktu rata-rata orang tua bekerja.
 
Survei terhadap 2.000 orang tua yang diklasifikasikan "bekerja", sudah termasuk waktu mengerjakan tugas rumah tangga dan membaca. Bahkan jika membaca tidak dianggap sebagai pekerjaan, anak-anak sudah kelebihan beban harian.
 
Direktur pemasaran Center Parcs Colin Whaley kepada The Sun mengatakan, simpulan yang pasti dari survei ini adalah kebutuhan keluarga-orang tua dan anak agar meluangkan waktu untuk bersantai.
 
Anak-anak dengan aktivitas sekolah, ekstrakulikuler dan aktivitas hobi lainnya tanpa waktu santai dan bermain rentan mengalami stres. Mereka juga cenderung kelelahan dan kurang tidur.
 
Survei: Anak Milenial
 
Temuan lain dari survei yang menanyai anak-anak usia 6 hingga 11 tahun, termasuk:
 
-Sebanyak 54 persen orang tua berpikir penting untuk mendorong anak-anak untuk berpartisipasi pada aktivitas klub hobi dan olahraga sebanyak mungkin. Alasannya agar memberi anak kesempatan menjadi lebih unggul dalam hal yang mereka senangi.
 
-Sebanyak 25 persen orang tua suka anak-anak memiliki banyak aktivitas.
 
-Sebanyak 44 persen anak percaya mereka melakukan lebih banyak aktivitas daripada orang tua mereka.
 
-Sebanyak 25 persen anak ikut kegiatan ekstrakurikuler karena orang tua mereka menginginkannya.
 
Center Pacs menyarankan agar anak memiliki waktu 3 jam 51 menit untuk melakukan hal-hal yang tidak berstruktur seperti bermain. Penelitian menunjukkan manfaat bagi anak jika dilakukan setiap hari. Meski sulit dilakukan pada hari kerja, tetapi dapat dilakukan pada akhir pekan.
 
"Bagi orang tua, mungkin ada baiknya melonggarkan jadwal anak-anak dan memperbanyak waktu bermainnya," kata Colin.
 
Cerdas Menjaga Tumbuh Kembang Si Kecil

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif