Balita biasanya berperilaku agresif karena meniru orang yang ada di sekitarnya. Namun, bisa juga perilaku agresifnya didapat karena menonton tayangan di televisi. (Foto: Alexander Dummer/Unsplash.com)
Balita biasanya berperilaku agresif karena meniru orang yang ada di sekitarnya. Namun, bisa juga perilaku agresifnya didapat karena menonton tayangan di televisi. (Foto: Alexander Dummer/Unsplash.com)

Tips Menghadapi Si Kecil yang Agresif

Rona perkembangan anak
28 Desember 2018 14:24
Jakarta: Tanpa diduga, si kecil yang berusia 12 hingga 36 bulan (balita) suka memukul, menjambak, bahkan menggigit teman sepermainannya. Anda pun terkejut melihat perilaku agresif si kecil. Padahal, selama ini Anda tidak pernah berperilaku agresif seperti itu. Ada apakah gerangan?

Balita biasanya berperilaku agresif karena meniru orang yang ada di sekitarnya. Namun, bisa juga perilaku agresifnya didapat karena menonton tayangan di televisi.

Sebuah penelitian Nadine Block, pendiri Center for Discipline Efektif di Columbus, Ohio membuktikan, bahwa acara televisi mampu ditangkap oleh si kecil berusia sekitar 19 bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Acara televisi itu pun memberikan ide untuk menggunakan cara yang sama dengan meniru aksi tokoh di layar kaca dalam mengekspresikan kemarahannya. Dengan melihat si kecil memukul temannya, tentu membuat Anda mulai merasa marah hingga khawatir bila kejadian tersebut terus-menerus berlangsung. Perilaku tersebut bisa dikatakan perilaku agresif, yang sebenarnya dapat diatasi dengan beberapa tips dari Baby Centre berikut:

(Baca juga: Jangan Memaksa jika Anak Susah Makan, Ini Alasannya)

1. Konsekuensi logis
Jika si kecil bermain di kolam bola, dan mulai melempar bola ke arah teman lainnya, bawalah keluar. Duduklah bersamanya dan ajaklah untuk menonton teman lainnya bermain. Jelaskan bahwa anak Anda dapat bermain di kolam bola saat sudah siap untuk bermain tanpa menyakiti siapapun.


(Balita biasanya berperilaku agresif karena meniru orang yang ada di sekitarnya. Namun, bisa juga perilaku agresifnya didapat karena menonton tayangan di televisi. Foto: Patrick Fore/Unsplash.com)

2. Tetap tenang
Berteriak, memukul, atau memberitahu bahwa si kecil nakal, tidak akan mengubah perilakunya. Justru akan belajar dari cara Anda berteriak atau cara Anda memukulnya. Mengendalikan amarah adalah salah satu kunci utama. Dengan mengendalikan amarah Anda, si kecil juga akan mengikuti cara Anda mengendalikan amrah tersebut.

3. Respons yang cepat
Cobalah untuk memberikan respons yang cepat saat si kecil mulai memukul atau berperilaku agresif lain kepada temannya. Jangan menunggu sampai si kecil memukul untuk yang kedua atau ketiga kalinya. si kecil harus tahu saat melakukan sesuatu yang salah.

Berikan peringatan bila si kecil menyakiti temannya, maka tidak dapat bermain kembali. Jangan lupa untuk memberi penjelasan bahwa apa yang dilakukannya itu salah.

4. Mengenali emosi
Saat mulai marah dan memukul orang di sekitarnya, bantu si kecil untuk tenang. Keluarkan si kecil dari taman bermain untuk menenangkan dirinya. Tanyakan apa yang dirasakan atau Anda dapat membantunya untuk memberi nama pada emosinya tersebut.

Dengarkan penjelasannya kenapa anak Anda merasa marah. Jelaskan padanya bahwa wajar bila memiliki rasa marah, tetapi tidak dengan menunjukkan kemarahan dengan memukul, menggigit, atau menendang. Bantu si kecil menemukan cara yang lebih baik seperti dengan bercerita apa yang dirasakan.


Maria Fransiska




(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi