Studi: Anatomi Otak Anak Kembar Ternyata Tidak Sama

Sri Yanti Nainggolan 12 Juli 2018 12:18 WIB
keluarga
Studi: Anatomi Otak Anak Kembar Ternyata Tidak Sama
Sebuah penelitian menemukan bahwa anatomi otak manusia tak ada yang sama, termasuk pada anak kembar. (Foto: Caroline Hernandez/Unsplash,com)
Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa anatomi otak manusia tak ada yang sama, termasuk pada anak kembar. 

"Seperti sidik jari yang unik pada tiap individual, demikian juga pusat pengatur dalam kepala kita," tukas Lutz Jancke, Profesor di University of Zurich.

Ia melanjutkan, kombinasi genetik dan non-genetik memengaruhi efek pada fungsi dan anatomi tubuh. 


Musisi, pegolf, dan pemain catur profesional misalnya, memiliki karakter khusus pada bagian otak yang paling sering digunakan dalam melakukan aktivitas yang biasa dilakukan. 

Namun, durasi yang lebih pendek pada kejadian tertentu juga berpengaruh. Misalnya, pada tangan yang tidak digerakkan selama dua minggu, maka ketebalan korteks otak di area yang bertanggung jawab untuk mengendalikan tangan yang tidak bergerak akan berkurang.

"Kami merasa pengalaman-pengalaman tersebut memiliki efek pada interaksi otak dengan perbaikan genetik sehingga dalam beberapa tahun setiap orang mengembangkan anatomi otak individual yang sangat berbeda," jelas Jancke. 

Penelitian tersebut memeriksa 200 otak dari lansia sehat menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) sebanyak tiga kali dalam periode dua tahun. 


(kombinasi genetik dan non-genetik memengaruhi efek pada fungsi dan anatomi tubuh. Foto: Jens Johnsson/Unsplash.com)

(Baca juga: Serba-serbi Seputar Anak Kembar)

Lebih dari 450 fitur anatomi otak dinilai, termasuk hal-hal yang sangat umum seperti volume total otak, ketebalan korteks, dan volume materi abu-abu dan putih.

Para peneliti mengidentifikasi kombinasi individu karakteristik anatomi otak tertentu untuk masing-masing, di mana akurasi identifikasi, bahkan untuk karakteristik anatomi otak yang sangat umum adalah lebih dari 90 persen.

"Dengan penelitian kami, kami dapat memastikan bahwa struktur otak manusia sangat individual."

"Hanya 30 tahun yang lalu kami berpikir bahwa otak manusia memiliki sedikit atau tidak ada karakteristik individu. Identifikasi pribadi melalui karakteristik anatomi otak tidak terbayangkan" kata Jancke.

"Namun, penggantian sensor sidik jari dengan scan MRI di masa depan tidak mungkin, karena MRI terlalu mahal dan memakan waktu dibandingkan dengan metode yang terbukti dan sederhana dalam mengambil sidik jari," tambahnya.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id