Orang tua yang mengerti kompleksitas bahasa bakal meneruskan keterampilan lingiustik kepada anak mereka. (Foto: Pexels.com)
Orang tua yang mengerti kompleksitas bahasa bakal meneruskan keterampilan lingiustik kepada anak mereka. (Foto: Pexels.com)

Penelitian: Ilmu Linguistik Orang Tua Bantu Anak Banyak Membaca

Rona penelitian keluarga
Dhaifurrakhman Abas • 21 Juni 2019 15:18
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Reading dalam Sciencedaily ini juga menyebut bahwa orang tua yang memiliki kecerdasan linguistik lebih banyak melemparkan pujian ketimbang kritik kepada anak-anak mereka. Hal ini berbanding terbalik daripada mereka yang memiliki pengetahuan linguistik lebih rendah.
 

 
Jakarta: Orang tua yang mengerti ilmu linguistik (bahasa) cenderung memiliki anak dengan skor membaca Bahasa Inggris tertinggi di sekolah. Sebab, ilmu linguistik sedianya akan membantu orang tua menjelaskan kompleksitas bahasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini dijelaskan sebuah penelitian dari Concordia University di Kanada. Studi menyebutkan anak-anak yang belajar membaca dan menulis bahasa Inggris sering kali perlu mengidentifikasi pola dalam kata-kata untuk dapat membaca dan mengeja mereka.
 
“Misalnya, mengetahui pola suku kata 'Magic E' dapat memungkinkan seorang anak untuk memahami mengapa E di akhir kata rate, secara signifikan dibaca rat,” kata Aviva Segal dari Concordia University, seperti dikutip Science Daily.
 
Segal juga mengatakan, orang tua yang mengerti kompleksitas bahasa bakal meneruskan keterampilan lingiustik kepada anak mereka. Mereka juga lebih sering mendengarkan anak-anak mereka berlatih membaca. “Yang pada gilirannya membantu perkembangan membaca anak,” ungkapnya.

Umpan balik

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Reading dalam Sciencedaily ini juga menyebut bahwa orang tua yang memiliki kecerdasan linguistik lebih banyak melemparkan pujian ketimbang kritik kepada anak-anak mereka. Hal ini berbanding terbalik daripada mereka yang memiliki pengetahuan linguistik lebih rendah.
 
"Kami menemukan bahwa pengetahuan yang berhubungan dengan membaca pada orang tua dikaitkan dengan umpan balik yang baik," ujar Segal.
 
Dalam studi ini, para akademisi melakukan penelitian terhadap tujuh puluh anak-anak berusia enam dan tujuh tahun. Orang tua mereka turut disertakan dalam penelitian ini.
 
Penelitian: Ilmu Linguistik Orang  Tua Bantu Anak Banyak Membaca
(Orang tua yang mengerti kompleksitas bahasa bakal meneruskan keterampilan lingiustik kepada anak mereka. Foto: Pexels.com)
 
Dalam studi ini, para anak diberikan tes membaca di atas tingkat pendidikan sekolah mereka. Kata Segal, tingkat kemampuan tersebut sengaja ditinggikan untuk memberikan kesempatan bagi orang tua untuk turun tangan dan membantu anak mereka.
 
“Para orang tua dipersilakan membantu anak-anak mereka. Kami tertarik untuk melihat dua bentuk umpan balik orang tua kepada anaknya. Yang pertama mengomentari bagaimana keadaan anak itu, yang kedua mengukur bagaimana orang tua merespons ketika anak itu ragu-ragu atau melakukan kesalahan membaca," jelas Segal.
 
Hasilnya, orang tua dengan pengetahuan terkait membaca yang lebih tinggi menawarkan lebih banyak pujian dan lebih sedikit kritik kepada anak-anak mereka daripada orang tua dengan pengetahuan terkait membaca yang lebih rendah.

Orang tua yang mengerti linguistik lebih peka

Orang tua dengan ilmu lingiustik yang lebih baik juga lebih peka dan mampu menjelaskan hubungan antara grafem (pembeda dalam sebuah sistem aksara) dan fonem (bunyi bahasa yang berbeda) kepada anak-anak mereka.
 
"Pada akhirnya, pengetahuan linguistik membuat para orang tua memahami beberapa kesalahan yang dibuat oleh anak-anak mereka, para orang tua mencatat bahwa kesalahan anak-anak mereka adalah akibat dari ketegaran bahasa dan bukan kesalahan anak-anak," ujarnya.
 
Penelitian ini juga diharapkan memiliki implikasi terhadap dunia pendidikan. Segel berharap, para guru dapat menjelaskan dengan kritis ketika siswa-siswinya melakukan kesalahan membaca. Dia juga berharap para guru dapat menerangkan dengan jelas ketika siswanya bertanya soal kompleksitas bahasa.
 
"Guru dengan pengetahuan membaca yang tinggi sering kali lebih positif dan lebih siap untuk memberikan umpan balik yang tepat kepada siswa mereka. Mereka memiliki perasaan betapa sulitnya bagi anak," tandasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif