Saat pelaku menguntit, mereka sesungguhnya sedang terlibat dalam pemikiran obsesif tentang korbannya. (Ilustrasi/Pexels)
Saat pelaku menguntit, mereka sesungguhnya sedang terlibat dalam pemikiran obsesif tentang korbannya. (Ilustrasi/Pexels)

Alasan Penguntit Media Sosial Punya Obsesi dengan Anda

Rona psikologi
Kumara Anggita • 12 Agustus 2020 13:03
Jakarta: Pernahkah Anda membuka media sosial dan menemukan bahwa mantan, musuh, atau orang tak dikenal secara rutin mengunjungi profil atau story Anda? Bila iya, Anda perlu berhati-hati karena perilaku ini berkaitan dengan perilaku obsesif yang dapat membahayakan Anda.
 
Dikutip dari Psychology Today, saat pelaku menguntit, mereka sesungguhnya sedang terlibat dalam pemikiran obsesif tentang korbannya. 
 
Menguntit dapat dianggap sebagai bentuk terorisme intim yang menguras sumber daya mental dan emosional korban, membuat korban takut akan keselamatannya, dan terkadang mengancam nyawa korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perilaku menguntit tampaknya muncul dari pemikiran obsesif, dan penelitian baru (Valshtein et al., 2020) menunjukkan kekhawatiran kemungkinan menjadi pemicu utama perilaku ini muncul. Kekhawatiran ini alhasil bergeser menjadi obsesi.

Mengapa penguntit terobsesi?

Obsesi bisa muncul karena ada keterikatan. Keterkaitan adalah perasaan terhubung dan memiliki. 
 
Ketika tujuan keterikatan ini digagalkan hasilnya perilaku yang intens bisa bangkit. Seseorang jadi bisa melakukan hal-hal yang biasanya tak dilakukan.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif