Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Pentingnya Memberikan Pemahaman Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas

Rona penyandang disabilitas
Sunnaholomi Halakrispen • 12 September 2019 19:34
Jakarta: Pada tahun 2017, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, penduduk usia kerja disabilitas nasional berjumlah 21.930.529 orang. Sebanyak 11.224673 orang termasuk angkatan kerja disabilitas, namun yang bekerja sebanyak 96,31 persen.
 
Sisanya, 414.222 orang atau 3,69 persen merupakan penganggur terbuka dari penyandang disabilitas. Sementara itu, yang berhasil ditempatkan bekerja di sektor formal baru 2.851 orang.   
 
Berdasarkan data-data tersebut, banyak penyandang disabilitas yang bekerja di sektor informal. Maka demikian, penting untuk memberikan pemahaman kewirausahaan bagi para penyandang disabilitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari sisi capacity building dan networking untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonominya," ujar Vice President Women's Empowerment and Small and Medium Enterprise (SME) Development, Indonesia Global Compact Network (IGCN), Hendra Warsita di Menara Duta, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 September 2019.
 
Untuk melancarkan upaya tersebut, harus dibantu dengan dorongan positif dari seluruh masyarakat, termasuk dari dunia usaha. Pihaknya pun mengadakan seminar Diffablepreneur demi mengasah kemampuan wirausaha untuk para penyandang disabilitas.
 
Tema yang diusung ialah Bagaimana menjadi Diffablepreneur di Era Digital? Diyakini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan kapasitas para ibu, keluarga, dan yayasan penyandang disabilitas dalam usia produktif atau usia 15-40 tahun.
 
"Kegiatan ini juga kita jadikan kegiatan percontohan yang untuk ke depannya mungkin bisa dikembangkan dari sisi pengembangan inkubator dan akses finansialnya," tuturnya.
 
Akan tetapi, upaya itu tak berhenti hanya sampai pada pihak dunia usaha. Penguatan dukungan sosial yang kuat dari pihak keluarga sangat dibutuhkan. Bahkan, merupakan satu kebutuhan penting bagi para penyandang disabilitas.
 
Keyakinan dari pihak keluarga juga berpengaruh. Sebab, kerap kali keluarga muda terkejut bahkan cenderung menyangkal keberadaan anggota keluarga yang diffable.
 
Sebaiknya, mencoba belajar bersama-sama untuk menerima kondisi yang tengah dialami tersebut. Tidak menyerah dan terus membuktikan kesempatan kesetaraan dalam hal menjadi pekerja di dalam perusahaan maupun potensi bisnis bagi para disabilitas.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif