Sombong adalah sebuah sifat yang dianggap negatif. Kendati demikian, sifat ini tak sepenuhnya buruk karena bisa mendatangkan kesuksesan. (Ilustrasi/Pexels)
Sombong adalah sebuah sifat yang dianggap negatif. Kendati demikian, sifat ini tak sepenuhnya buruk karena bisa mendatangkan kesuksesan. (Ilustrasi/Pexels)

5 Alasan Mengapa Orang Sombong Bisa Sukses

Rona psikologi
Kumara Anggita • 25 Juni 2020 10:04
Jakarta: Sombong adalah sebuah sifat yang dianggap negatif. Kendati demikian, sifat ini tak sepenuhnya buruk karena bisa mendatangkan kesuksesan.
 
Berikut lima alasan kesombongan bisa mengarah pada kesuksesan seperti dilansir Psychologytoday.

Orang sombong mengekspresikan kemarahan

Kesombongan telah ditemukan berhubungan positif dengan ekspresi kemarahan Johnson et al (2010). Dengan demikian, orang lain yang sombong mungkin akan menyerang siapa pun. Dan ini bisa menakutkan. Di sisi lain, intimidasi semacam ini merupakan pendekatan gelap untuk sukses.

Orang sombong itu sulit

Johnson et al (2010) juga menemukan bahwa orang-orang yang dinilai sombong cenderung memiliki skor sangat rendah pada sifat kepribadian kesesuaian. Dengan kata lain, mereka adalah orang-orang yang sulit. Pikirkan tentang terakhir kali Anda berdebat dengan orang yang benar-benar sulit. Sungguh menyakitkan, bukan? Terkadang yang terbaik adalah menyerah dan melupakannya dan hasilnya orang-orang yang sombong mendapat manfaatnya.

Orang arogan dominan

Johnson et al. (2010) juga menemukan bahwa orang sombong mendapat nilai tinggi pada ukuran dominasi sosial. Dan dominasi dapat memiliki semua jenis manfaat. Orang yang dominan secara sosial memiliki dorongan untuk mendapatkan kekuatan. Dan bahkan ada kondisi di mana dominasi sosial menarik dalam diri pasangan (lihat Geher & Kaufman, 2013).

Orang sombong berpikir bahwa mereka lebih unggul 

Sementara kesombongan tidak persis sama dengan narsisme, sifat-sifat ini memang memiliki beberapa ciri. Pada titik ini, Johnson et al. (2010) menemukan bahwa orang sombong mendapat skor lebih tinggi pada ukuran perasaan superior dibandingkan orang lain. Jadi, orang-orang yang sombong sepertinya menganggap mereka lebih unggul, dan itu sesungguhnya benar. Perasaan diri yang melambung seperti itu sering kali dapat mengarah pada berbagai manfaat sosial (lihat Krueger, 1998).

Orang sombong menyerang individu

Johnson et al. (2010) menemukan bahwa orang sombong lebih cenderung menyerang orang secara individu daripada masalahnya. Pernah mencoba memperdebatkan masalah dengan seseorang, dan kemudian tiba-tiba menjadi masalah pribadi? Itu berarti Anda sedang berhadapan dengan orang sombong. Kesombongan berperan dalam dinamika yang tidak menyenangkan ini. Hal ini adalah bentuk dari intimidasi dan itu bisa berguna untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif