Virtual Schooling bakal menjadi kegiatan anak bersekolah di era pandemi ini. (Foto: Pexels)
Virtual Schooling bakal menjadi kegiatan anak bersekolah di era pandemi ini. (Foto: Pexels)

Pentingnya Penerapan 5C dalam Virtual Schooling

Rona tumbuh kembang anak sistem pendidikan
A. Firdaus • 14 Juli 2020 06:06
Jakarta: Tahun ajaran baru 2021 telah dimulai. Dipastikan hingga akhir tahun ini, tak ada siswa yang berada di zona kuning, oranye, bahkan merah yang ke sekolah.
 
Hal itu ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebuyaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Bahkan Nadiem juga mengumumkan bahwa sistem sekola virtual hybrid akan diterapkan permanen di Indonesia.
 
Nadiem juga telah meminta guru dan orang tua untuk beradaptasi. Lalu apa artinya bagi kita sebagai orang tua? Setiap orang tua pastinya menginginkan yang terbaik bagi anaknya dan akan melakukan apapun untuk memastikan hal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, dengan tersedianya begitu banyak pilihan, mungkin saja orang tua mengalami kesulitan dalam memilih sekolah, yang bisa membantu membentuk dan mempersiapkan anak menghadapi tantangan pada abad ke-21 ini.
 
"Kita perlu memposisikan pendidikan sebagai sebuah perjalanan, bukan tujuan, dan ini menjadi tujuan Sampoerna Academy menerapkan metode STEAM serta mengasah keterampilan 5C para siswa," ujar Dr. Mustafa Guvercin, Sampoerna Academy School Director.
 
Sementara itu, Itje Chodidjah selaku Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah mengatakan, keterampilan 5C sangat penting bagi siswa untuk mempersiapkan diri mereka dalam partisipasi dalam kehidupan di abad ke-21. Karena membawa tantangan yang berbeda dari yang dihadapi anak-anak sekarang ini.
 
"Keterampilan ini perlu diterapkan melalui proses pendidikan, oleh sebab itu guru perlu berlatih keterampilan 5C agar mampu mengajar dan memodelkan kepada siswanya," jelas Chodidjah.
 
Lalu apa saja 5C yang bisa diterapkan oleh siswa dan juga orang tuanya pada masa pandemi ini? Berikut penjelesannya dilansir dari Sampoerna School System:

1. Critical thinking

Proses memilah, menganalisis, dan mempertanyakan informasi/konten yang ditemukan di berbagai media. Kemudian mensintesiskan ke dalam bentuk yang bernilai bagi setiap individu.
 
Hal ini memungkinkan siswa untuk memahami konten yang disajikan dan menerapkannya ke kehidupan sehari-hari.

2. Communication

Komunikasi adalah keterampilan memberikan informasi dengan jelas, singkat, dan bermakna. Hal ini juga melibatkan pendengaran yang cermat dan mengartikulasikan pemikiran.
 
Komunikasi memiliki berbagai tujuan. Di antaranya memberi informasi, menginstruksikan, memotivasi, dan membujuk.

3. Collaboration

Kolaborasi adalah keterampilan dalam memanfaatkan berbagai kepribadian, bakat, dan pengetahuan dengan cara menciptakan hasil yang maksimal.
 
Menciptakan hasil yang bisa memberikan manfaat bagi seluruh komunitas atau kelompok. Sebab bekerja secara sinergi dapat menciptakan hasil nilai yang lebih besar daripada hasil nilai dari seorang individu.

4. Creativity

Pada abad ke-21, seorang individu harus mampu menciptakan sesuatu yang baru atau menciptakan sesuatu dengan cara yang baru. Dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh.
 
Tidak hanya berupa seni, tetapi juga berupa berbagai solusi untuk permasalahan dalam situasi di kehidupan nyata.

5. Character

Memahami pentingnya konektivitas manusia di dunia yang dipenuhi dengan teknologi, adalah keterampilan yang diperlukan untuk diajarkan kepada anak.
 
Menyoroti karakter sebagai poin terakhir, ini mencakup komitmen sekolah untuk membantu anak muda menjadi warga negara yang bertanggung jawab, peduli, dan berkontribusi.
 

(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif