Memiliki gaya hidup di atas kemampuan juga memotivasi orang untuk berhutang. (Foto: Ilustrasi Pexels)
Memiliki gaya hidup di atas kemampuan juga memotivasi orang untuk berhutang. (Foto: Ilustrasi Pexels)

Faktor-faktor yang Membuat Seseorang Berhutang

Rona psikologi
Kumara Anggita • 10 Juli 2020 18:02
Jakarta: Kita tahu bahwa berhutang memberikan banyak konsekuensi di masa depan. Kendati demikian, kita tetap tertarik untuk melakukannya.
 
Hal ini terjadi karena pada dasarnya manusia tidak suka dengan konsep menunggu. Berikut penjelasannya lebih lanjut oleh Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi dari Sahabat Kariib.
 
Menurutnya, orang yang suka berhutang untuk hal-hal yang tak mendesak biasanya cenderung memilki kontrol diri yang lemah. Mereka belum mampu berpikir bahwa kesabaran bisa memberikan keuntungan yang lebih memuaskan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam istilah psikologi, menurutnya ada yang disebut dengan delayed gratification. Delayed gratification adalah kepuasan yang didapat karena kita telah berhasil menunda keinginan kita.
 
"Misalnya kita menabung uang beli mobil secara cash, itu adalah salah satu contoh delayed gratification. Kita kumpulin uang dulu lalu membeli keinginan kita,” jelas Steven saat dihubungi Medcom.id.
 
Inilah konsep yang harusnya dipertimbangkan oleh orang-orang yang hobi berhutang:

Manusia tak suka menunggu

Wajar saja bila konsep ini sulit untuk langsung diimplementasikan. Ini karena pada dasarnya manusia tidak suka menunggu.
 
“Mengapa sulit untuk delayed gratification dan pilih berhutang? Pada dasarnya menunggu itu buat setiap orang adalah hal yang sulit. Di tengah menunggu itu banyak sekali rintangannya. Kita dihadapkan dengan ketidakpastian, masalah lain dan sebagainya. Oleh karena itu, orang akan lebih memilih untuk mengutang langsung,” jelasnya.

Pengaruh dopamine

Selain itu juga ada peran hormon di sini. Hormon dopamine yang muncul saat Anda berpikir sesuatu bisa mendorong Anda untuk berhutang.
 
“Ketika membayangkan ‘saya bisa pinjam’ ‘bisa mendapatkan ini’ kita membayangkan ada reward. Itu yang namanya hormon dopamine dan langsung berproses. Ini hormon yang berkaitan dengan pleasure dan pemuasan kebutuhan,” jelas Steven.
 
“Karena hormon itu jadi tergerak untuk berhutang,” tambahnya.
 
Kesimpulannya, berhutang adalah cara instan untuk memberikan kepuasan pada diri. Oleh karena itu, jalan ini lebih banyak dipilih banyak orang walaupun konsekuensinya bisa besar.
 
“Secara instan lebih pleasurable, lebih rewarding daripada menunggu. Apa lagi di zaman sekarang ini, zaman yang menuntut untuk cepat. Apa-apa instan. Jadi orang akan lebih mudah untuk mendapatkan keinginannya secara instan,” tandasnya.
 

(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif