engulangan kata yang diucapkan balita, sebenarnya memperkenalkan perubahan secara halus. (Foto: Pexels.com)
engulangan kata yang diucapkan balita, sebenarnya memperkenalkan perubahan secara halus. (Foto: Pexels.com)

Alasan Mengapa Balita Menyukai Pengulangan Kata

Rona perkembangan anak
Anda Nurlaila • 21 Mei 2019 16:33
Pengulangan kata yang diucapkan balita, seperti dimuat dalam Parents sebenarnya memperkenalkan perubahan secara halus. Itulah sebabnya lagu yang diulang-ulang sangat menyenangkan bagi anak di usia ini.
 

Jakarta: Selama beberapa minggu terakhir balita Anda sering mengucap kata "Mau lagi". Buah hati bahkan mengatakan kata favorit ini berulang kali dalam aktivitasnya setiap hari.
 
Bunda mungkin bosan mendengar atau justru ingin mengetahui alasannnya. Balita yang mengulangi kata adalah cara ilmiah mereka menyelidiki dunia dan menguasai keterampilan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengulangan kata yang diucapkan balita, seperti dimuat dalam Parents sebenarnya memperkenalkan perubahan secara halus. Misalnya, anak Anda memukul balok kayu di atas meja dan memerhatikan bagaimana suara berubah ketika dia memukul lebih keras.
 
Kemudian dia dapat menggunakan palu plastik untuk memukul. Anak juga akan mengamati karakteristik dan perbedaan kedua bahan tersebut.
 
Alasan Mengapa Balita Menyukai Pengulangan Kata
(engulangan kata yang diucapkan balita, sebenarnya memperkenalkan perubahan secara halus. Foto: Pexels.com)
 
Sementara orang dewasa mendambakan variasi, balita perlu konfirmasi berulang-ulang bahwa segalanya tetap sama. Walaupun banyak hal baru dan luar biasa bagi balita, pengulangan kegiatan atau kata membantunya belajar.
 
Itulah sebabnya lagu yang diulang-ulang sangat menyenangkan bagi anak di usia ini. Anak menyadari ada pola yang dapat diprediksi sehingga anak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini juga sebabnya anak sangat senang dibacakan cerita yang berulang-ulang setiap malam.
 
Anak menikmati mengetahui hal yang terjadi selanjutnya dalam cerita yang dia dengar. Ia juga tertantang memprediksi apa yang akan dilakukan karakter tertentu dalam cerita. Keterampilan ini umum dimiliki anak berusia satu hingga satu setengah tahun.
 
Pengalaman berulang tampaknya juga membuat balita tidak lupa. Bahkan untuk orang dewasa, memelajari keterampilan baru, mulai dari bermain piano hingga bermain tenis, membutuhkan latihan berulang. Bagi anak, yang ia lakukan adalah keterampilan baru. Pengulangan adalah cara si kecil mengingat cara melakukannya di waktu berikutnya.
 
Setelah mengetahui alasannya, Anda mungkin dapat tersenyum saat anak meminta Anda membacakan buku favoritnya berulang-ulang. Tetapi jangan ragu untuk membatasi beberapa kegiatan jika diperlukan. Bila anak ingin Anda membaca cerita pengantar tidur untuk kesepuluh kalinya, akhiri dengan berjanji akan membacanya lagi di pagi hari.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif