Ilustrasi- Unsplash
Ilustrasi- Unsplash

Tips Sukses Melatih Balita Tidur Sendiri

Rona tumbuh kembang anak
Anda Nurlaila • 18 November 2019 09:00
Jakarta: Setelah anak tidak lagi tidur di buaian ibu, saatnya mengajari balita tidur sendiri di ranjangnya. Namun saat memulai kebiasaan baru ini, sebagian anak kesulitan tidur atau sering terbangun, menangis, dan akhirnya kembali tidur bersama orang tua.
 
Memaksa anak untuk tidur sendiri akan membuat mereka tertekan, atau akan terus menangis di kamarnya. Direktur Yale Pediatric Sleep Center Craig Canapari mengatakan, ada cara yang lebih efektif mengajari anak bagaimana agar bisa tidur sendiri.
 
Canapari menegaskan, yang utama adalah mengajari anak bagaimana mengatasi tidak adanya orang tua di waktu tidur dalam waktu singkat. Kemudian secara bertahap menambah waktunya. Selain itu, beri anak pujian ketika Anda kembali ke kamarnya setelah meninggalkannya sendirian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kamu terlihat sangat nyaman! Ibu ata Ayah bangga karena kamu tetap tenang dan santai, seperti yang telah kita bicarakan!
 
Seperti dimuat Parents, ada tiga cara mengajari balita agar bisa tidur sendiri. Di antaranya:

-Mulai dengan Latihan

Dua-tiga malam sebelum menjalani latihan, ajak anak bermain di kamarnya. Berguling-guling, adu bantal hingga bermain pahlawan super dengan selimut untuk meredakan kegelisahannya. Ddan bersenang-senanglah.
 
Setelah itu, Anda dapat mulai mempraktekkannya pada rutinitas tidur saat siang hari sebagai awalan. Berikut adalah beberapa latihannya:
 
Lakukan versi mini waktu tidur. Tidak perlu sikat gigi dan membaca cerita, tapi lakukan semua langkah lain dari pelatihan tidur ketika malam hari.
 
Buat menyenangkan. Orang tua berperan sebagai anak dan anak menjadi orang tua. Pakai piyama dan Anda bisa membawa boneka kesayangan anak ke tempat tidur.
 
Lakukan beberapa kali per minggu. Semakin banyak Anda berlatih, semakin baik hasilnya, tetapi tidak masalah jika Anda hanya dapat berlatih di akhir pekan.
 
Latihan beberapa jam sebelum tidur. Lakukan di pagi atau sore hari, sehingga anak lebih mengerti.

-Istirahat

Sebelum memulai, ketahui berapa lama anak tertidur setelah lampu dimatikan. Contoh, Jika lampu mati pukul 8 malam dan anak tertidur 20 menit usai lampu mati. Gunakan beberapa waktu di tengah 20 menit tersebut untuk meninggalkan ruangan untuk beristirahat dalam waktu singkat, kemudian kembali lagi. Begini cara melakukannya:
 
Latih seluruh proses ini 1-2 kali di siang hari, sehingga anak tahu apa yang diharapkan.
 
Ikuti rutinitas tidur yang biasa dan akhiri dengan ucapan, "Ibu menyayangimu, sudah waktunya tidur. Selamat malam." Lalu diam dalam ruangan.
 
Pada pukul 8:10, katakan pada anak Anda keluar sebentar untuk istirahat dan janji akan kembali lagi.
 
Kembalilah ke kamarnya dalam satu menit serta pujian, cium, dan peluk anak Anda karena tidak menangis dan tetap di kasur

-Tetap tinggal sampai dia tertidur

Lakukan hal yang sama malam berikutnya, namun sekarang keluar selama dua menit dan malam setelahnya tiga menit. Anak perlahan-lahan meningkatkan kemampuannya untuk sendirian di malam hari.
 
Setelah anak tertidur secara mandiri selama seminggu atau Anda dapat beristirahat selama 30 menit, Anda dapat berhenti.

-Memberi Alasan

Ini adalah variasi berbeda yang melibatkan istirahat berulang dan sangat singkat. Cara ini bekerja untuk anak yang cenderung menangis, menjerit, atau bangun ketika Anda pergi bahkan sebentar. Namun cara ini perlu energi lebih. Latihlah 1-2 kali di siang hari agar anak lebih tahu apa yang mereka hadapi.

-Ikuti rutinitas tidur anak, dan ucapkan selamat malam

Beberapa saat setelah lampu padam, beri tahu anak bahwa Anda perlu keluar sebentar untuk melakukan sesuatu. Anda dapat berkata, "Maaf Ibu perlu memeriksa apakah lampu di luar sudah dimatikan."
 
Tetap keluar selama 30 -60 detik, sepanjang waktu yang dapat ditoleransi anak tanpa bangun dari tempat tidur. Kembalilah dan pujilah anak Anda dengan luar biasa.

-Beberapa saat kemudian, keluar lagi untuk interval yang sangat singkat

Pada malam hari, Anda akan melakukan ini 20 hingga 30 kali. Setiap kali Anda kembali, berikan kasih sayang dan perhatian untuk memperkuat keberanian anak.
 
Pada malam kedua, tingkatkan waktu Anda di luar ruangan. Setiap malam, waktu istirahat akan lebih lama sampai anak Anda mulai tertidur tanpa Anda. Begitu dia bisa melakukan itu selama seminggu, misi Anda selesai.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif