Perjalanan Jauh Memicu Dehidrasi
Sejumlah pemudik turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Moch Asim)
Jakarta: Mudik sudah menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia menjelang lebaran. Jarak yang jauh tak menjadi halangan untuk berkumpul bersama keluarga dan orang terkasih di kampung halaman.

Meski orang yang bepergian jauh mendapatkan dispensasi untuk tidak berpuasa dan harus menggantinya di hari lain, ancaman dehidrasi tetap mengintai.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam Laurentius Aswin Pramono mengungkap, perjalanan jauh seperti mudik akan memicu dehidrasi. Bepergian termasuk aktivitas yang terlalu berat jika dilakukan saat berpuasa.

"Bepergian atau kepanasan karena udara terik dan berkeringan juga aktivitas berat jika dibandingkan hanya diam di rumah atau di kantor. Itu bisa memicu seseorang terkena dehidrasi," ujarnya, dalam Metro I-Care, Minggu, 10 Juni 2018.

Dehidrasi atau sederhananya adalah kekurangan cairan dalam tubuh terjadi dalam 4 tahap; ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Gejala dehidrasi ringan dimulai ketika seseorang merasakan kering di lidan dan kulit, merasa lemas, sampai gangguan konsentrasi.

Jika dibiarkan, kondisi ini semakin lama akan semakin buruk. Bahkan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran sampai dengan koma. 

"Kondisi ini butuh penanganan segera. Terpenting kalau memang mudik, persiapan mental, persiapan bekal khususnya minum harus disiapkan betul-betul. Dehidrasi ringan jangan disepelekan karena bisa jatuh lebih parah lagi," pungkasnya.





(MEL)