Jakarta: Puasa adalah momen dimana kita membatasi pola makan. Bagi Anda yang juga sedang dalam program penurunan berat badan, silahkan mencoba diet katogenik untuk hasil yang lebih maksimal.
Diet ketogenik menerapkan pola konsumsi yang berfokus pada tinggi protein dan lemak sehat, serta pengurangan karbohidrat. Selain baik untuk menurunkan berat badan, diet ketogenik juga baik untuk mengontrol tekanan darah, gula darah dan diabetes.
"Untuk setiap satu kilogram yang turun karena diet ini, maka tekanan sistolik juga turun sebanyak 2 angka," tukas dr. Antono Sutandar, SpJK (K) selaku wakil chairman Siloam Heart Institute (IHS).
(Diet ketogenik menerapkan pola konsumsi yang berfokus pada tinggi protein dan lemak sehat, serta pengurangan karbohidrat. Foto: Edgar Castrejon/Unsplash.com)
(Baca juga: Melakukan Diet Bukan Berarti Tidak Makan)
Ia menerangkan, kunci diet ketogenik adalah menghindari karbohidrat atau menguranginya serendah mungkin, terutama jenis olahan seperti tepung gula, atau jus buah. "Jadi, saat buka puasa, hindari makanan manis atau dengan tepung terigu supaya menahan rasa lapar," sarannya.
Sebaiknya pilihlah makanan tinggi protein seperti ikan salmon, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan. "Kalau kita menjalankan pola makan ini selama dua minggu, diperkirakan berat badan yang turun 3-5 kg," demikian menurutnya.
<iframe class="embedv" width="620" height="415" src="https://www.medcom.id/embed/0kpOxmqb" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Puasa adalah momen dimana kita membatasi pola makan. Bagi Anda yang juga sedang dalam program penurunan berat badan, silahkan mencoba diet katogenik untuk hasil yang lebih maksimal.
Diet ketogenik menerapkan pola konsumsi yang berfokus pada tinggi protein dan lemak sehat, serta pengurangan karbohidrat. Selain baik untuk menurunkan berat badan, diet ketogenik juga baik untuk mengontrol tekanan darah, gula darah dan diabetes.
"Untuk setiap satu kilogram yang turun karena diet ini, maka tekanan sistolik juga turun sebanyak 2 angka," tukas dr. Antono Sutandar, SpJK (K) selaku wakil chairman Siloam Heart Institute (IHS).
(Diet ketogenik menerapkan pola konsumsi yang berfokus pada tinggi protein dan lemak sehat, serta pengurangan karbohidrat. Foto: Edgar Castrejon/Unsplash.com)
(Baca juga:
Melakukan Diet Bukan Berarti Tidak Makan)
Ia menerangkan, kunci diet ketogenik adalah menghindari karbohidrat atau menguranginya serendah mungkin, terutama jenis olahan seperti tepung gula, atau jus buah. "Jadi, saat buka puasa, hindari makanan manis atau dengan tepung terigu supaya menahan rasa lapar," sarannya.
Sebaiknya pilihlah makanan tinggi protein seperti ikan salmon, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan. "Kalau kita menjalankan pola makan ini selama dua minggu, diperkirakan berat badan yang turun 3-5 kg," demikian menurutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)