Jakarta: Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta meminta warga mewaspadai penyebab kebakaran saat musim mudik. Hal itu guna mencegah kebakaran kala rumah ditinggal pemudik.
"Kami imbau pada masyarakat dalam melaksanakan pulang mudik. Pertama yaitu mengecek rumah, salah satunya mencabut steker yang di rumah," kata Komandan Pleton Damkar dan Penyelamatan Grup C sektor Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ruwanto di lokasi, Senin, 11 Juni 2018.
Ruwanto mengimbau warga untuk tidak lupa mematikan dan mencabut sejumlah kabel agar mencegah korsleting listrik. Selain itu, warga perlu memastikan kompor gas dan minyak sudah benar-benar padam.
"Periksa juga kompor sudah padam atau belum. Agar lebih aman regulator gas dicabut," sambung Ruwanto.
Baca: Damkar Tetap Berjaga Selama Cuti Lebaran
Dia juga mengimbau agar masyarakat melaporkan akan melaksanakan perjalanan mudik kepada pengurus RT, RW, dan tetangga. Hal itu guna pihak keamanan lingkungan bisa mengawasi rumah warga yang mudik tersebut.
"Kami mengharapkan kerja sama dengan masyarakat. Kami juga harapkan kepada RT RW dan masyarakat agar langsung menghubungi call center kami di 112," ujar Ruwanto.
Jakarta: Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta meminta warga mewaspadai penyebab kebakaran saat musim mudik. Hal itu guna mencegah kebakaran kala rumah ditinggal pemudik.
"Kami imbau pada masyarakat dalam melaksanakan pulang mudik. Pertama yaitu mengecek rumah, salah satunya mencabut steker yang di rumah," kata Komandan Pleton Damkar dan Penyelamatan Grup C sektor Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ruwanto di lokasi, Senin, 11 Juni 2018.
Ruwanto mengimbau warga untuk tidak lupa mematikan dan mencabut sejumlah kabel agar mencegah korsleting listrik. Selain itu, warga perlu memastikan kompor gas dan minyak sudah benar-benar padam.
"Periksa juga kompor sudah padam atau belum. Agar lebih aman regulator gas dicabut," sambung Ruwanto.
Baca: Damkar Tetap Berjaga Selama Cuti Lebaran
Dia juga mengimbau agar masyarakat melaporkan akan melaksanakan perjalanan mudik kepada pengurus RT, RW, dan tetangga. Hal itu guna pihak keamanan lingkungan bisa mengawasi rumah warga yang mudik tersebut.
"Kami mengharapkan kerja sama dengan masyarakat. Kami juga harapkan kepada RT RW dan masyarakat agar langsung menghubungi call center kami di 112," ujar Ruwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)