Idealnya, jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap harinya adalah 1800-2200 kalori untuk pria dan 1500-2200 kalori per hari untuk wanita. (Foto Ilustrasi: MI/Ramdani)
Idealnya, jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap harinya adalah 1800-2200 kalori untuk pria dan 1500-2200 kalori per hari untuk wanita. (Foto Ilustrasi: MI/Ramdani)

Komposisi Makanan Ideal untuk Penderita Diabetes saat Ramadan

Ramadan diabetes tips ramadan
Raka Lestari • 06 Mei 2019 17:01
Berbuka puasa atau sahur, tentu para penderita diabetes harus lebih menahan diri untuk soal menu makanan. Memilih makanan yang banyak serat, bisa menjadi pilihan utama.
 
Jakarta: Bagi pasien penderita diabetes, salah satu hal penting yang harus diperhatikan saat berpuasa adalah asupan makanan. Baik saat itu saat sahur maupun saat berbuka puasa.
 
Hal ini karena ketika berpuasa, biasanya diharuskan bangun lebih pagi untuk sahur. Dan pada saat malam hari, terkadang ada tambahan kegiatan beribadah, seperti tarawih, tadarus, atau tahajud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tentu hal itu akan berpengaruh pada tubuh Anda. Terutama bagi penderita diabetes yang memang konsumsi makanannya harus diperhatikan, bahkan dalam kondisi sedang tidak berpuasa.
 
Idealnya, jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap harinya adalah 1800-2200 kalori untuk pria dan 1500-2200 kalori per hari untuk wanita.
 
"Diabetes itu masalah pada metabolisme gula. Saat berbuka puasa, disarankan untuk mengonsumsi makanan manis. Buah kurma merupakan pilihan terbaik karena kandungan glikemiks indeks yang sedang dan mengandung serat,"ujar dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp.GK.
 
"Kalau minum teh manis menggunakan gula pasir, tidak ada kandungan seratnya. Padahal serat sangat bagus untuk menurunkan tingkat glikemiks indeks," sambung dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp.GK, yang juga dokter spesialis gizi klinis dari RS Pondok Indah, Pondok Indah.
 
Saat makan besar, karbohidrat itu pasti ada. Untuk itu cari makanan yang memiliki karbohidrat kompleks dan mengandung serta. Sebab bisa melepas gula secara perlahan.
 
"Contohnya adalah sayur-sayuran atau umbi-umbian. Kolak boleh tidak bagi penderita diabetes? Boleh saja, asalkan bisa diatur porsinya. Misalnya pilih salah satu saja mau dengan pisang atau ubi, jangan dua-duanya. Selain itu, kuah kolak juga sebaiknya jangan terlalu banyak," terang Lita.
 
Selain karbohidrat, asupan protein juga harus diperhatikan. Protein yang dikonsumsi harus berasal dari protein hewani dan protein nabati.
 
"Protein hewani itu mudah dipakai oleh tubuh, sedangkan protein nabati kandungan antioksidannya lebih banyak," ujar dr. Lita.
 
Hal yang tidak boleh terlupakan adalah asupan lemak. Menurut dr. Lita, lemak yang dikonsumsi sebaiknya lemak tidak jenuh. Beberapa bahan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh misalnya adalah ikan dan minyak zaitun. Untuk mengonsumsi susu, penderita diabetes boleh meminumnya asalkan susu rendah lemak.
 
"Serat juga penting untuk penderita diabetes. Efeknya itu bisa membuat kenyang lebih lama dan menurunkan kolestrol jahat. Respons glukosa setelah makan akan menurun. Serat larut juga mencegah konstipasi. Pada orang diabetes, serat juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin," jelas dr. Lita.
 
Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif