Suasana Masjis Ash Shamad Kota Cirebon. (Medcom.id/A Rofahan).
Suasana Masjis Ash Shamad Kota Cirebon. (Medcom.id/A Rofahan).

Kesejukan Masjid Bambu di Tengah Kota Cirebon

Ramadan masjid
Ahmad Rofahan • 09 Mei 2019 16:02
Cirebon: Masjid Ash Shamad atau masjid bambu, di Kota Cirebon, Jawa Barat, bisa menjadi pilihan lokasi beribadah yang memberikan kesejukan. Pasalnya, masjid yang terletak Jalan Suratno, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon ini, 75 persen bahan bangunannya terbuat dari bambu.
 
Masjid ini berjarak sekitar 500 meter dari kantor wali kota Cirebon. Selain didominasi bambu, dinding dan tiangnya menggunakan batu apung yang membuat suasana menjadi asri.
 
Selain itu, tujuh pohon rindang juga berada di sekitar masjid. Membuat masjid yang berada di pusat Kota Cirebon ini sangat nyaman sebagai lokasi ibadah dan persinggahan. Padahal, Kota Cirebon memiliki cuaca yang panas karena berada di pesisir pantai.
Kesejukan Masjid Bambu di Tengah Kota Cirebon
Bagian dalam Masjid Ash Shamad Kota Cirebon, Jawa Barat. (Medcom.id/A Rofahan)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masjid bambu tak memiliki jendela. Tapi, bagian dinding dibuat dari bambu yang disandingkan. Terdapat jarak antarbambu yang disulap jadi dinding, yakni sekitar 15 sentimeter. Demikian juga pintu masjid yang dibuat dari bambu.
 
Daun pintu masjid bambu cukup unik, yakni bagian atasnya berbentuk setengah lingkaran. Di pintu utama terdapat dua daun pintu tanpa engsel. Kemudian pintu samping masjid pun tidak menggunakan engsel.
 
Semua bambu direkatkan menggunakan anyaman rotan. Bagian plafon juga dibuat dari bambu yang direkatkan dengan anyaman bambu. Sedangkan atap masjid menggunakan rumbai.
 
Kesejukan Masjid Bambu di Tengah Kota Cirebon
Tampak depan Masjid Ash Shamad, Cirebon. (Medcom.id/A Rofahan)
 
Najmudien, 22, mengaku merasa nyaman saat menginjak lantai Masjid Ash Shamad. Dia kerap mendatangi masjid saat zuhur dan salat Jumat.
 
"Suasana tenang dan nyaman, seperti di perdesaan," jelasnya, usai menjalankan salat zuhur, Kamis 9 Mei 2019.
 
Pendiri masjid bambu, Watid Syahriar, menerangkan sengaja mendirikan masjid dengan bahan bambu untuk menciptakan suasana tenang dan nyaman. Bambu yang dipakai ialah jenis betung dari Majalengka.
 
"Bambu itu dikenal kuat, kokoh, dan awet. Makanya saya menggunakan bambu dalam pembuatan masjid ini," jelasnya.
 
Dia sudah mempertimbangkan arsitektur masjid tersebut. Penggunaan bambu sebagai bentuk kearifan lokal.
 
"Kalau yang kayu sudah ada, Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Kasepuhan. Masjid berbahan batu sudah ada, Masjid Bata Merah Panjunan. Nah, bambu yang belum ada, sehingga saya menggagas dari bambu," pungkasnya.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif