Jakarta: Kurma adalah salah satu cemilan pembuka puasa paling sering dikonsumsi. Buah tersebut memang memiliki banyak manfaat dalam tubuh. Sejak dulu, Rosulullah SAW menganjurkan umat Islam minimal mengonsumsi tiga butir kurma mengawali berbuka puasa.
Lantas, kenapa harus tiga butir? Buah kurma yang berasal dari daerah Timur Tengah ini diyakini bermanfaat untuk kesehatan manusia. Berikut adalah beberapa manfaat kurma yang perlu Anda tahu:
1. Kurma kaya nutrisi
Dikutip dari Medical News Today, tiga butir kurma menyediakan sekitar 200 kalori, 54 gram karbohidrat dengan sekitar 5 gram sebagai serat, 1 gram protein, dan tanpa lemak. Porsi ukuran ini juga memasok sejumlah kecil berbagai macam nutrisi, termasuk vitamin B, vitamin K, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, seng, dan mangan.
Kurma juga memiliki beragam antioksidan. Selain kandungan vitamin dan mineralnya, kurma kaya akan antioksidan pelindung kesehatan. Journal of Pharmacy & BioAllied Sciences menyatakan bahwa kurma adalah sumber antioksidan alami yang baik, yang dapat digunakan untuk pengelolaan penyakit terkait stres oksidatif.
Kurma juga mengandung senyawa antiinflamasi dan antimikroba, yang berarti kurma juga berperan dalam memerangi penyakit menular.
2. Kurma mendukung kesehatan pencernaan
Tiga butir kurma juga menyediakan sekitar 18 persen dari kebutuhan serat harian, yang mendukung fungsi pencernaan yang baik. Sebuah studi dalam British Journal of Nutrition, mengamati secara khusus dampak konsumsi kurma pada usus.
Sejumlah pria sehat diminta makan tujuh kurma per hari, atau kontrol tambahan dari campuran karbohidrat dan gula selama 21 hari. Setelah periode pencucian 14 hari, kelompok tersebut beralih.
Para peneliti menemukan bahwa saat makan kurma, subjek penelitian mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan penurunan tingkat bahan kimia tinja yang diketahui dapat merusak sel dan memicu mutasi yang dapat menyebabkan kanker.
3. Kurma bisa membantu melindungi otak
Senyawa pelindung dalam kurma juga diyakini membantu menjaga otak. Jurnal Neural Regeneration Research menyatakan bahwa kurma memiliki potensi terapeutik yang dapat melawan penyakit Alzheimer karena mampu memerangi peradangan dan stres oksidatif di otak.
4. Kurma dapat membantu meringankan persalinan alami
Kurma juga memberi manfaat bagi ibu hamil. Sebuah makalah pada 2020, yang diterbitkan dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, mengamati dampak tanggal pada persalinan dan persalinan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa makan kurma dapat mengurangi durasi fase aktif persalinan, tahap saat serviks melebar. Rutin mengonsumsi kurma juga dapat meningkatkan skor uskup, ukuran yang menilai kesiapan serviks untuk persalinan normal.
Jakarta: Kurma adalah salah satu cemilan pembuka puasa paling sering dikonsumsi.
Buah tersebut memang memiliki banyak manfaat dalam
tubuh. Sejak dulu, Rosulullah SAW menganjurkan umat Islam minimal mengonsumsi tiga butir kurma mengawali berbuka puasa.
Lantas, kenapa harus tiga butir? Buah kurma yang berasal dari daerah Timur Tengah ini diyakini bermanfaat untuk kesehatan manusia. Berikut adalah beberapa manfaat kurma yang perlu Anda tahu:
1. Kurma kaya nutrisi
Dikutip dari
Medical News Today, tiga butir kurma menyediakan sekitar 200 kalori, 54 gram karbohidrat dengan sekitar 5 gram sebagai serat, 1 gram protein, dan tanpa lemak. Porsi ukuran ini juga memasok sejumlah kecil berbagai macam nutrisi, termasuk vitamin B, vitamin K, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, seng, dan mangan.
Kurma juga memiliki beragam antioksidan. Selain kandungan vitamin dan mineralnya, kurma kaya akan antioksidan pelindung kesehatan.
Journal of Pharmacy & BioAllied Sciences menyatakan bahwa kurma adalah sumber antioksidan alami yang baik, yang dapat digunakan untuk pengelolaan penyakit terkait stres oksidatif.
Kurma juga mengandung senyawa antiinflamasi dan antimikroba, yang berarti kurma juga berperan dalam memerangi penyakit menular.
2. Kurma mendukung kesehatan pencernaan
Tiga butir kurma juga menyediakan sekitar 18 persen dari kebutuhan serat harian, yang mendukung fungsi pencernaan yang baik. Sebuah studi dalam
British Journal of Nutrition, mengamati secara khusus dampak konsumsi kurma pada usus.
Sejumlah pria sehat diminta makan tujuh kurma per hari, atau kontrol tambahan dari campuran karbohidrat dan gula selama 21 hari. Setelah periode pencucian 14 hari, kelompok tersebut beralih.
Para peneliti menemukan bahwa saat makan kurma, subjek penelitian mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan penurunan tingkat bahan kimia tinja yang diketahui dapat merusak sel dan memicu mutasi yang dapat menyebabkan kanker.
3. Kurma bisa membantu melindungi otak
Senyawa pelindung dalam kurma juga diyakini membantu menjaga otak. Jurnal
Neural Regeneration Research menyatakan bahwa kurma memiliki potensi terapeutik yang dapat melawan penyakit Alzheimer karena mampu memerangi peradangan dan stres oksidatif di otak.
4. Kurma dapat membantu meringankan persalinan alami
Kurma juga memberi manfaat bagi ibu hamil. Sebuah makalah pada 2020, yang diterbitkan dalam jurnal
BMC Pregnancy and Childbirth, mengamati dampak tanggal pada persalinan dan persalinan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa makan kurma dapat mengurangi durasi fase aktif persalinan, tahap saat serviks melebar. Rutin mengonsumsi kurma juga dapat meningkatkan skor uskup, ukuran yang menilai kesiapan serviks untuk persalinan normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)