medcom.id, Jakarta: Lebaran sebentar lagi, selain berbagi maaf, berbagi rezeki kepada sanak saudara dan tetangga sudah menjadi tradisi di masyarakat. Seolah membaca peluang, penjual amplop dengan berbagai motif pun mulai ramai berjualan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Seperti Hilal, seorang pedagang amplop yang menjajakan dagangannya sekitar Blok A dan Blok B, Pasar Tanah Abang. Hilal ikut menjual amplop ini karena adanya tradisi berbagi uang saat Lebaran.
Untung yang diperoleh Hilal per hari pun lumayan. "Lumayan, bisa Rp100 ribu per hari untungnya," kata pria asal Bogor ini saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Pasar Tanah Abang, Minggu (5/7/2015).
Tiga tahun sudah Hilal terjun dalam bisnis ini. Amplop yang ia jual pun memiliki beragam warna dan gambar. Dengan kocek sebanyak Rp10 ribu, pembeli mendapatkan tiga bungkus amplop dengan gambar tokoh kartun dan masjid.
"Satu bungkus isinya 10 amplop," kata Hilal yang sehari-hari bisnis barang elektronik di Gondangdia, Jakarta Pusat ini.
Tak hanya Hilal yang menjajakan amplop lucu tersebut, Iwan, 29, mengadu perutungannya menjual amlop karena untung menjual amplop bisa untuk pulang kampung ke Jawa Tengah. Bagi Iwan, menjual amplop bisa mendapat keuntungan yang lumayan karena kesempatan hanya datang setahun sekali.
"Biasanya H-7 baru ramai," tukasnya.
medcom.id, Jakarta: Lebaran sebentar lagi, selain berbagi maaf, berbagi rezeki kepada sanak saudara dan tetangga sudah menjadi tradisi di masyarakat. Seolah membaca peluang, penjual amplop dengan berbagai motif pun mulai ramai berjualan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Seperti Hilal, seorang pedagang amplop yang menjajakan dagangannya sekitar Blok A dan Blok B, Pasar Tanah Abang. Hilal ikut menjual amplop ini karena adanya tradisi berbagi uang saat Lebaran.
Untung yang diperoleh Hilal per hari pun lumayan. "Lumayan, bisa Rp100 ribu per hari untungnya," kata pria asal Bogor ini saat berbincang dengan
Metrotvnews.com di Pasar Tanah Abang, Minggu (5/7/2015).
Tiga tahun sudah Hilal terjun dalam bisnis ini. Amplop yang ia jual pun memiliki beragam warna dan gambar. Dengan kocek sebanyak Rp10 ribu, pembeli mendapatkan tiga bungkus amplop dengan gambar tokoh kartun dan masjid.
"Satu bungkus isinya 10 amplop," kata Hilal yang sehari-hari bisnis barang elektronik di Gondangdia, Jakarta Pusat ini.
Tak hanya Hilal yang menjajakan amplop lucu tersebut, Iwan, 29, mengadu perutungannya menjual amlop karena untung menjual amplop bisa untuk pulang kampung ke Jawa Tengah. Bagi Iwan, menjual amplop bisa mendapat keuntungan yang lumayan karena kesempatan hanya datang setahun sekali.
"Biasanya H-7 baru ramai," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)