Alquran batik yang dibuat sejumlah perajin batik Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag Kurniati
Alquran batik yang dibuat sejumlah perajin batik Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag Kurniati

Berdakwah Lewat Alquran Batik

Ramadan islam Ramadan 2019
Pythag Kurniati • 27 Mei 2019 12:51
Solo: Sunan Kalijaga memadukan dakwah Islam dengan budaya Jawa saat menyebarkan agama ratusan tahun lalu. Di antaranya lewat gamelan, tembang, dan wayang.
 
Langkah dakwah Sunan Kalijaga ini diadaptasi beberapa perajin batik di Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka membuat Alquran batik sejak 2016 secara perlahan.
 
Alquran ini terbilang unik dan bisa dikatakan satu-satunya di dunia. Huruf demi huruf hijaiyah tertulis di selembar kain berukuran 50 sentimeter x 80 sentimeter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mirip dengan tampilan Alquran kertas pada umumnya, hanya saja bagian tepiannya dihiasi dengan motif-motif batik nan memukau. Warna batiknya tidak menyolok lantaran menggunakan pewarna alami.
 
Salah seorang inisiator Alquran batik, Alpha Fabela mengungkapkan pembuatan Alquran batik menyeluruh hingga satu mushaf. Di tahun ketiga ini, para perajin telah berhasil merampungkan 27 juz Alquran batik.
 
“Ide Alquran batik muncul 2016. Saat ini kami tengah membuat prototipe-prototipenya. Nantinya lembaran mori Alquran batik ini akan disatukan hingga 30 juz,” kata Alpha.
 
Ia menargetkan, masyarakat dapat segera menikmati keindahan batik Alquran secara utuh. "Tahun ini ditarget selesai 30 juz," ungkapnya.

Pembuatan tak mudah

 
Tak mudah membuat Alquran batik. Pengerjaannya menuntut kejelian agar tak ada satu huruf dan tanda baca yang berubah. Beberapa tahapan pembuatan pun harus dilalui.
 
Pertama, mengopi lembar Alquran yang akan dibatik dalam ukuran besar. Kemudian proses menulis huruf dengan cara meniru yang dalam bahasa Jawa disebut ngeblat.
 
“Setelah di-blat, akan dicek tenaga dari Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Muhammadiyah Solo. Kemudian dibatik, dicek kembali, diwarna lalu dicek lagi,” beber dia.
 
Mengapa pengecekan harus dilakukan berkali-kali? Alpha mengatakan membatik Alquran tidak boleh sembarangan. Kesalahan pada huruf atau tanda baca bisa mengubah makna Alquran.
 
Pengecekan dilakukan ahlinya lebih dari tiga kali selama proses. Tak heran butuh waktu dua hari untuk merampungkan satu lembar Alquran batik.
 
Berdakwah Lewat Alquran Batik
Alquran batik yang dibuat sejumlah perajin batik Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag Kurniati
 
Proses pewarnaan dilakukan berkali-kali dengan pewarna alami. “Kami sekaligus ingin mem-branding-kan Kota Solo sebagai kota batik dengan pewarna alami,” terangnya.
 
Gerakan memasyarakatkan Alquran
 
Merunut latar belakang pembuatannya, Alquran batik ini bertujuan sebagai gerakan memasyarakatkan kecintaan terhadap Alquran. Dalam prosesnya, Alpha menggandeng puluhan perajin batik di Kampung Laweyan Solo.
 
Bukan hanya itu, masyarakat dan para pelajar pun akan dirangkul untuk merampungkan pembuatan mushaf Alquran batik.
 
“Ini menjadi sebuah gerakan moral, kami memeluk Islam sehingga wajib bagi kami mengedukasi masyarakat untuk membaca dan menulis Alquran. Mengenai motif hiasan tepi, dapat dikembangkan sesuai dengan ragam nusantara,” jelasnya.
 
Sebelum pembuatannya, Alpha dan inisiator lain telah melakukan diskusi mengenai pembuatan Alquran batik. “Dari MUI pun sudah memberi lampu hijau, Alquran batik ini boleh dibuat karena tidak digunakan sebagai pakaian,” jelas dia.
 
Alpha mengaku Alquran batik ini tidak dijual. Proses panjang pembuatannya akan diingat semua orang sebagai satu perjuangan memadukan dakwah dan kekayaan budaya Tanah Air. Alquran batik ini pun diharapkan mampu menjadi ikon religi baru bagi Kota Solo.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif