HARI kedua Lebaran kawasan Malioboro Yogyakarta mulai dipadati wisatawan. Kendaraan yang melintas tampak lebih banyak dibanding kemarin. Mobil dan motor hanya bisa dipacu dengan kecepatan 15 hingga 20 kilometer per jam. Wisatawan terlihat sibuk berbelanja di lapak-lapak pedagang kaki lima di sisi timur dan barat jalan Malioboro. Toko-toko pun menawarkan diskon dan harga murah.
Jalan Malioboro mulai dipadati kendaraan
Baju batik dijual dari mulai Rp30 ribu hingga satu juta rupiah per potong. Sementara tas dan dompet dijual Rp25 ribu ke atas. Sementara pernak-pernik oleh-oleh khas Yogyakarta dijual berkisar Rp2.000 hingga ratusan ribu rupiah.
Pengunjung berbelanja pakaian dan batik khas Yogyakarta
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Didik Ardianto, 21, mengaku senang berbelanja di Malioboro karena harga barang-barangnya yang terjangkau.
"Saya berbelanja batik sekaligus wisata. Jogja istimewa di mata saya karena budayanya yang masih kental terasa," kata Didik di Malioboro, Kamis (7/7/2016).
Pengunjung juga memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto dengan latar hiruk pikuk Malioboro
Pemda DIY memperkirakan puncak kunjungan wisata akan terjadi pada H+3 Lebaran. Diperkirakan sekitar 2 juta wisatawan akan mengunjungi kota Gudeg ini.
Laporan: Teresa Vicka/Yogyakarta
Naskah (foto) ini dikirim oleh warga yang mengikuti program Netizen Mudik Competition Metrotvnews.com. Pemudik yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat mengirimkan liputan melalui WhatsApp aplikasi Peta Mudik.
HARI kedua Lebaran kawasan Malioboro Yogyakarta mulai dipadati wisatawan. Kendaraan yang melintas tampak lebih banyak dibanding kemarin. Mobil dan motor hanya bisa dipacu dengan kecepatan 15 hingga 20 kilometer per jam. Wisatawan terlihat sibuk berbelanja di lapak-lapak pedagang kaki lima di sisi timur dan barat jalan Malioboro. Toko-toko pun menawarkan diskon dan harga murah.
Jalan Malioboro mulai dipadati kendaraan
Baju batik dijual dari mulai Rp30 ribu hingga satu juta rupiah per potong. Sementara tas dan dompet dijual Rp25 ribu ke atas. Sementara pernak-pernik oleh-oleh khas Yogyakarta dijual berkisar Rp2.000 hingga ratusan ribu rupiah.
Pengunjung berbelanja pakaian dan batik khas Yogyakarta
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Didik Ardianto, 21, mengaku senang berbelanja di Malioboro karena harga barang-barangnya yang terjangkau.
"Saya berbelanja batik sekaligus wisata. Jogja istimewa di mata saya karena budayanya yang masih kental terasa," kata Didik di Malioboro, Kamis (7/7/2016).
Pengunjung juga memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto dengan latar hiruk pikuk Malioboro
Pemda DIY memperkirakan puncak kunjungan wisata akan terjadi pada H+3 Lebaran. Diperkirakan sekitar 2 juta wisatawan akan mengunjungi kota Gudeg ini.
Laporan: Teresa Vicka/Yogyakarta
Naskah (foto) ini dikirim oleh warga yang mengikuti program Netizen Mudik Competition Metrotvnews.com. Pemudik yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat mengirimkan liputan melalui WhatsApp aplikasi Peta Mudik. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SBH)