Pedagang takjil melayani pembeli jelang berbuka puasa di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
Pedagang takjil melayani pembeli jelang berbuka puasa di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Geliat Pedagang Takjil Dadakan Benhil

Ramadan pedagang
Ilham wibowo • 31 Mei 2017 22:13
medcom.id, Jakarta: Meja dagangan nampak berjajar di sepanjang Jalan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat sejak siang hari. Gelas-gelas plastik berisi hidangan takjil tersusun rapi menunggu pembeli.
 
"Mas kolak, candil ada, pisang ijo, bubur sum-sum, silahkan mampir," ujar para pedagang dadakan menjajakan hidangan, Rabu 31 Mei 2017.
 
Sepanjang jalan, sayup-sayup suara ajakan membeli itu tak berhenti sampai pelanggan datang. Satu persatu pengendara yang melintas perlahan penasaran. Kudapan yang disajikan itu kemudian menggoda untuk sejenak menghentikan kendaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pedagang, Raudah, 35, menuturkan, kawasan Benhil sudah menjadi pusat kuliner dadakan sejak puluhan tahun. Ibu rumah tangga ini mengaku tak pernah ketinggalan ikut mengais rezeki di setiap bulan Ramadan.
 
"Lumayan keuntungannya ada untuk bekal Lebaran," kata Raudah kepada Metrotvnews.com, Rabu 31 Mei 2017.
 
Raudah cukup memajang meja berukuran 4 meter persegi di dekat trotoar. Dagangannya pun sudah ia tata sejak pukul 14.00 WIB. Baginya, Benhil bak kolam air kecil berisi ribuan ikan. Sekali lempar, umpan langsung terkail.
 
"Saya bawa 50 gelas takjil. Ada macem-macem yang dingin sama yang anget, jam setengah enam sudah habis terjual semua," kata dia.
 
Geliat Pedagang Takjil Dadakan Benhil
Aneka macam takjil yang dijajakan pedagang di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
 
Raudah mengaku tak berperan sendiri. Sebagian besar modal yang ia keluarkan hanya berupa jasa penjualan. Kolak yang ia jual Rp10 ribu per gelas itu sebagian dipasok dari tangan ke dua. Selain itu, lapak yang ia tempati juga dihargai dengan hanya membayar uang kebersihan.
 
"Ini kolak sama pisang ijo dari tetangga nitip, gorengan punya kakak di rumah, saya hanya naikin harganya dikit," ujarnya.
 
Setiap tahun, pasar takjil Benhil ini tak pernah sepi pengunjung. Serupa Raudah, ratusan pedagang takjil dadakan lain juga tumpah ruah mencari rezeki bulan Ramadan di Benhil.
 
"Jangan sampe ditertibkan satpol PP saja," celetuknya.
 
Lokasi yang tak jauh dari kawasan Senayan ini dinilai sangat strategis. Selain padat dengan warganya, karyawan perkantoran di sepanjang Jalan Sudirman pun bisa dengan mudah melintas dan mengunjungi pasar Benhil sebagai pelanggan setia.
 
Praktis lokasi ini pun jadi tempat favorit ngabuburit warga Jakarta. Selain mencari kudapan takjil, warga juga menjadikan kawasan Benhil ini sebagai tempat pertemuan sambil menyantap makan bersama. Sebab, di kawasan ini juga berjajar sejumlah kios yang menyajikan makanan berat beraneka ragam.
 

(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif