Rela Berdesakan untuk Bersalaman dengan Sultan
Suasana open house Gubernur DIY di Bangsal Kepatihan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Yogyakarta:Ribuan masyarakat Yogyakarta rela antre demi bisa bersalaman dengan Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar open housedi Bangsal Kepatihan Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kamis, 21 Juni 2018.

Masyarakat sudah tampak antre di halaman bangsal sejak jam setengah 08.00 WIB. Meskipun, open housebaru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.


Dwijo, 60, warga Bantul, mengaku berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB. Bersama rombongan tetangganya, Dwijo tiba di Kepatihan sekitar pukul 07.00 WIB.

"Lumayan tadi antrenya buat bisa salaman," ujarnya.

Ia mengaku senang usai bersalaman dengan Sultan. Baginya yang seorang warga biasa menjadi kehormatan bisa bersalaman dengan Sultan.

Dalam open houseitu, Sultan didampingi sang istri, GKR Hemas. Selain itu juga Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X bersama sang istri.

"Ini yang keempat ketemu Sultan. Kula kawula alit saget ketemu kalihan pimpinan ingkang langkung ageng (Saya masyarakat biasa bisa bertemu Sultan sebagai pemimpin yang dihormati)," ujarnya.

Antrean dalam open houseGubernur DIY tersebut cukup panjang. Saat jarum jam menunjuk pukul 10.40 WIB, warga yang hadir bisa bersalaman semua.

Hamdun, warga Kota Yogyakarta, mengaku antre sejak pukul 08.00 WIB. Ia baru bisa bersalaman setelah dua jam kemudian.

"Ini baru yang pertama ketemu Sultan. Sungkem-sungkem siapa tahu dapat berkahnya," ujarnya.

Humas Pemda DIY Iswantoro menuturkan, open housetersebut juga dihadiri para ASN, TNI, kepolisian, sejumlah pejabat di lingkungan Yogyakarta.

Dalam acara itu, sebanyak 4.000 porsi makanan menjadi jamuan open housetersebut. Berbagai makanan tersebut di antaranya mulai dari aneka jenang, soto, dan nasi merah.

Usai open houseini, Sultan akan berkeliling halal bihalal di kabupaten/kota. Mulai dari Pemkab Bantul (25 Juni), Sleman (26 Juni), Gunungkidul (28 Juni), Kota Yogyakarta (29 Juni), dan Pemkab Kulon Progo (3 Juli).


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id