885 Mahasiswa RI di Mesir Terima Zakat
Dubes RI untuk Mesir Helmy Fauzy saat memberikan pidato di hadapan penerima zakat. (Foto: Dok. KBRI Kairo)
Kairo:KBRI Kairo kembali mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak,  sadaqah dan fidyah secara kolektif dari WNI yang tinggal di Mesir. Untuk tahun 2018 ini, jumlah mustahiq atau penerima zakat mencapai 885 orang.

Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir.


Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy mengatakan, jumlah penerima zakat mengalami kenaikan signifikan, jika dibandingkan dengan jumlah di tahun sebelumnya yaitu naik sebanyak 35,5 persen.

Dana zakat yang terkumpul mencapai 124.988 Poundsterling Mesir atau setara dengan Rp97 juta. Dana ini dikumpulkan dari 1.875 muzakki (pemberi zakat). 

"Dengan memberi zakat artinya kita ikut membudayakan semangat gotong royong dan berbagi, antara pembayar dan para penerima zakat," ujar Dubes Helmy dalam keterangan tertulisnya kepadaMedcom.id,Kamis 14 Juni 2018.

Lebih lanjut, dirinya mengakui banyak mahasiswa di Mesir tidak mendapatkan bantuan dana pendidikan dari Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya melakukan terobosan dengan penyediaan program beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

"Tentu saja perhatian lebih dari penyedia beasiswa di tanah air sangat diperlukan untuk membantu meringankan problem mahasiswa kita di sini," lanjut dia.

Ia berharap, semangat berbagi antar sesama ini dapat terus dipertahankan, tidak hanya di bulan Ramadan. Selain itu, ia juga mengimbau agar penerima zakat menggunakan manfaat zakat dengan sebaik-baiknya.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id